Dua pimpinan Pertamina dicopot karena 'tidak bisa bekerja sama'

Pertamina Hak atas foto AFP/DEWIRA
Image caption Rapat umum pemegang saham Pertamina, Kementerian BUMN memutuskan mencopot kedua pimpinan Pertamina yaitu Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan persoalan kepemimpinan menjadi latar belakang pencopotan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang.

Di hadapan wartawan, Rini mengatakan dua pimpinan Pertamina itu tidak mampu bekerja sama dengan baik.

"Tidak ada team work. Padahal, semua bisa tercapai dengan adanya team work," kata Rini Soemarno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (03/02).

Sebagai gantinya, Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan, Pertamina, Yenni Andayani ditunjuk sebagai pelaksana tugas direktur utama Pertamina.

Menurut Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng, tugas Direktur Utama sementara Pertamina diserahkan kepada Yenni Andayani, kelahiran 1965, yang berkarier di Pertamina sejak 1991.

Selain itu, lanjutnya, pemegang saham memutuskan menghapus jabatan wakil direktur utama, karena dianggap sumber masalah kepemimpinan di Pertamina.

"Barang kali nomenklatur ini bagian dari kondisi yang menyebabkan tidak terjadinya kerja sama yang bagus," kata Tanri.

Penyegaran

Sebelumnya, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) Pertamina, Kementerian BUMN memutuskan untuk mencopot kedua pimpinan Pertamina, yaitu Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang.

"Mulai hari ini (keduanya) diberhentikan sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN," ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN, Gatot Tri Hargo dalam jumpa pers Jumat (03/02) pagi.

Dikatakan, pencopotan keduanya untuk penyegaran di dalam kepemimpinan Pertamina. Kepada wartawan, Dwi Soetjipto maupun Ahmad Bambang belum mau berkomentar keputusan tersebut.

Sejumlah laporan mendia menyebutkan, perombakan pimpinan perusahaan minyak dan gas negara itu sebelumnya dilakukan pada Oktober tahun lalu.

Ketika itu, RUPS menambah direksi dari tujuh menjadi sembilan orang serta jabatan wakil direktur utama dimunculkan kembali dan diduduki oleh Ahmad Bambang, yang sebelumnya dipercaya menjadi direktur pemasaran.

Topik terkait

Berita terkait