Orangutan buta di Kalimantan jalani operasi mata

Orangutan Hak atas foto ORANGUTAN FOUNDATION
Image caption Aan menjalani operasi mata selama tiga jam.

Dokter hewan Inggris berharap dapat memulihkan penglihatan seekor orangutan yang ditembak lebih dari 100 kali dengan sebuah senapan angin.

Sebelah mata orangutan yang bernama Aan itu buta dan satu lagi mengalami ganguan penglihatan setelah serangan di sebuah kebun kelapa sawit pada 2012 lalu.

Dokter hewan Claudia Hartley, dari Cambridge, melakukan operasi yang berlangsung selama tiga jam di Lamandau River Wildlife Reserve di Kalimantan pada Jumat (03/02).

Dia mengatakan operasi berlangsung "sangat baik".

"Kami puas dengan bagaimana itu berlangsung," kata ahli mata hewan berusia 44 tahun.

"Saya ingin memeriksa dia lebih baik lagi setelah dia berperilaku sedikit lebih normal.

"Dia masih sangat mengantuk dan tetap menutup matanya, jadi sangat sulit untuk mengetahui seberapa jauh dia bisa melihat."

Hak atas foto ORANGUTAN FOUNDATION/PA
Image caption Claudia Hartley dan tim bnya mengatakan operasi "berjalan lancar".

Tim Hartley yang berjumlah empat orang terbang dengan membawa peralatan seberat 120kg untuk memulihkan penglihatan Aan.

Mereka melakukan sebuah operasi katarak pada mata kanan primata itu sebelum melakukan tindakan pada mata kirinya, yang buta permanen karena serangan manusia.

Tim berupaya untuk memasukkan lensa buatan ke mata kanannya tetapi tidak dapat dilakukan.

Setelah operasi Hartley mengatakan: "Jika kami mengarahkan sinar kepadanya dia kemudian akan mengernyitkan matanya."

"Saya sangat yakin dia dapat mengenali cahaya."

Hak atas foto ORANGUTAN FOUNDATION/PA
Image caption Hartley dan timnya berupaya memasang lensa buatan.
Hak atas foto ORANGUTAN FOUNDATION
Image caption Jika operasi berjalan dengan baik Aan akan dikembalikan ke hutan.

Dia menambahkan: "Tetapi tidak tidak dapat memperkirakan seberapa baik penglihatannya ketika melihat makanan dan pepohonan serta rintangan dan sejumlah hal yang lebih penting yang harus kita lakukan."

Jika oeprasi ini sukses, Aan akan rawat oleh Orangutan Foundation selama tiga sampai empat minggu, sebelum kemudian dilepas ke alam liar.

Ashley Leiman, direktu yayasan, mengatakan: "Selama dia dapat melihat, saya yakin dia akan hidup di alam liar."

Topik terkait

Berita terkait