Batalkah aksi 112 setelah Rizieq FPI temui Wiranto? Yang perlu Anda ketahui tentang 11 Februari

Hak atas foto Reuters
Image caption Massa FPI saat melakukan unjuk rasa ke Markas Polda Jakarta beberapa waktu lalu.

Sejumlah organisasi Islam menyatakan akan kembali melakukan aksi pada 11 Februari 2016 mendatang untuk 'meneruskan semangat aksi 212' dan mengajak warga Jakarta 'memilih gubernur muslim. Sementara itu di hari yang sama ada dua rapat akbar yang akan diselenggarakan oleh dua calon gubernur di Jakarta.

Apa saja yang perlu Anda ketahui?

1. 'Jalan sehat' FUI atau Dzikir dan Tausyiah?

Aksi ini diprakarsai oleh Forum Umat Islam (FUI) dan akan dimulai pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (11/02), diagendakan berlangsung di Monas dan berlanjut dengan jalan kaki hingga Bundaran Hotel Indonesia. Aksi ini berlangsung di hari terakhir kampanye, satu hari sebelum masa tenang pilkada dimulai.

Pimpinan FPI Rizieq Shihab sebelumnya mengatakan bahwa aksi dilakukan untuk "menjaga spirit 212" dan juga mengajak orang untuk pilih gubernur muslim. "Sehingga mereka harus bersatu jangan ada yang golput di Jakarta ini, supaya mereka menggunakan hak suaranya memilih calon gubernur muslim," katanya dalam cuitan @DPP_LPI.

Walau terkait dengan Pilkada Jakarta, penyelenggara juga mengajak massa dari luar Jakarta untuk datang. "Karena itu masyarakat walau dari Bogor, walau dari luar jakarta, kita tetap ajak dalam rangka untuk memompa spirit," sambung Rizieq.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Massa 'aksi Salat Jumat' 2 Desember lalu yang dipimpin Rizieq Shihab, memenuhi jalanan Thamrin-Sudirman, 'untuk menyapa warga.'
Hak atas foto AFP
Image caption Aksi jalan kaki tanggal 2 Desember 2016 menuntut penangkapan Ahok, yang dilakukan usai aksi Salat Jumat

Dalam poster-posternya, aksi dinamakan sebagai 'Long March Jalan Sehat Spirit 212'.

Polisi mengatakan tidak akan memberikan izin. Berbagai lembaga besar seperti NU dan Muhammadyah juga mengungkapkan ketidaksetujuan mereka.

Namun FUI mengaku akan tetap menggelar acara itu.

Adapun FPI, kepada BBC Indonesia mengatakan, mereka akan melakukan zikir bersama di Istiqlal, namun 'akan menunggu arahan FUI. Kalau memungkinkan untuk 'jalan santai,' ya kami menunggu arahan panitia dari FUI saja," kata Maman Suryadi, panglima Lasykar FPI, kepada Isyana Artharini dari BBC Indonesia.

Dalam perkembangannya, FPI dan GNPF menemui Menko Polhukam Wiranto Kamis (9/2), dan mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk memindahkan kegiatan ke Masjid Istiqlal, dengan acara dzikir dan tausyiah.

Belum jelas berapa orang yang akan bergabung dalam massa. Namun diperkirakan akan di bawah massa aksi 212 dan 411, yang mencapai ratusan ribu.

2. Polisi akan membubarkan

Polisi menegaskan bahwa aksi long march tak akan mendapat izin.

Kapolri Tito Karnavian menegaskan, warga selalu bisa melakukan acara salat Subuh berjamaah, namun aksi sesudahnya ke jalanan tidak diizinkan, karena terlalu dekat dengan masa tenang Pilkada Serentak yang mulai berlangsung 12 Februari. Jadi seluruh peristiwa hanya bisa berlangsung di Masjid Istiqlal.

"Aksi jalan kaki long march di jalan raya yang berpotensi menganggu ketertiban publik dan membawa nuansa politik meskipun dibungkus oleh keagamaan akan dialihkan di Istiqlal dalam bentuk murni ibadah keagamaan," kata Tito seperti dikutip berbagai media, Rabu (8/2).

Hak atas foto ADEK BERRY / AFP
Image caption Polisi menegaskan tidak memberi izin aksi turun ke jalan 12 Februari nanti, dan akan melakukan pembubaran jika massa tetap bersikeras.

Polda Metro Jaya mengatakan, memang mereka telah menerima surat pemberitahuan dari FUI tentang aksi itu, namun, pihaknya tidak akan menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan menegaskan lagi keputusan untuk menjaga kondisi tenang jelang Pilgub 15 Februari.

Ditandaskan, jika massa tetap memaksakan kegiatan selain salat subuh di Masjid Istiqlal dan turun ke jalan, polisi akan membubarkan.

"Kalau misalnya tetap melakukan kegiatan, kami akan membubarkan, berdasarkan Pasal 15 (UU No 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum). Kalau tetap turun ke jalan juga, dikenakan Pasal 16," kata M. Iriawan kepada wartawan. Dalam pasal 16, petugas bisa melakukan tindakan hukum terhadap mereka yang dianggap melanggar hukum dengan tetap melakukan unjuk rasa.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kapolda Jakarta M. Iriawan menegaskan akan mengambil tindakan hukum jika massa tetap bersikeras turun ke jalan pada 11 Februari nanti.

Apakah berupa penangkapan dan penahanan, Jubir Polda Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan:

"Kita punya cara bertindak sendiri, kita akan komunikasikan dan yang terpenting bahwa 11 Februari tidak diizinkan massa turun ke jalan," tegasnya.

Argo Yuwono menegaskan, untuk mengantisipasi massa jika tetap memaksa turun ke jalan, polisi menyiapkan pengamanan.

3. Kampanye terakhir Agus, Ahok, Anies

Komisi Pemilihan Umum mengatur, hari terakhir ini bentuk kampanye adalah rapat umum. Yang tentu saja dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh tim pemenangan untuk menjadi puncak kampanye mereka. Sebagai ajang unjuk kekuatan, unjuk dukungan. Ada dua kelompok massa yang dipastikan akan berkumpul.

Hak atas foto TWITTER AHY
Image caption Pasangan Agus-Sylvi akan mengakhiri kampanye dengan acara Kampanye Akbar di Lapangan Soemantri Brodjonegoro.

Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono -Sylviana Murni akan menggelar Kampanye Akbar di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

Acara akan berlangsung mulai siang hari. Hilda Thawila dari Tim Pemenangan Agus-Sylvi mengatakan, Kampanye Akbar itu akan merupakan satu-satunya acara mereka hari itu.

Hak atas foto TWITTER BADJA
Image caption Kampanye terakhir Ahok-Djarot akan berupa Pesta Rakyat, bukan lagi rapat akbar dengan didominasi musik seperti konser #Gue2 sebelumnya.

Selain pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Agus dan Sylvi, kampanye diagendakan dihadiri presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat dan ayah kandung Agus, serta para ketua umum partai pendukung.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan menggelar Pesta Rakyat di kawasan Kemayoran.

"Kami mau ucapkan terima kasih, mengingat akan mengakhiri masa kampanye," ujar Ahok kepada wartawan.

Hak atas foto Twitter Anies-Sandi
Image caption Kampanye besar pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, pekan lalu di lapangan Banteng Jakarta.

Adapun Pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, yang menggelar kampanye besar pekan lalu di lapangan Banteng Jakarta, menggelar kampanye terakhir tidak dengan rapat akbar.

Topik terkait

Berita terkait