Rekomendasi agar hakim konstitusi Patralis Akbar diberhentikan sementara

Patrialis Akbar Hak atas foto WAWAN KURNIAWAN / AFP / GETTY IMAGES
Image caption Patrialis Akbar ditahan KPK karena diduga menerima suap kasus uju materi UU Peternakan.

Majelis Kehormatan Mahkamah Konstusi merekomendasikan pemberhentian sementara Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi.

Ketua Majelis Kehormatan MK, Sukma Violetta, menyampaikan kesimpulan hasil pemeriksaan Majelis Kehormatan, yang akan disampaikan kepada Ketua MK dan presiden.

"Ditemukan hakim terduga, diduga melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan pedoman perilaku hakim konstitusi, kedua melanjutkan pemeriksaan terhadap Patrialis Akbar dalam sidang pemeriksaan lanjutan, merekomendasikan pemberhentian sementara terhadap dokter H Patrialis Akbar SH MA," jelas Sukma.

Meski Patrialis telah menyampaikan surat pengunduran diri sejak 27 Januari lalu, tetapi Majelis Kehormatan MK tetap melakukan pemeriksaan terhadap kasusnya, karena dugaan pelanggaran berat setelah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sidang ini dilakukan untuk menggali sejauh mana keterlibatan Patrialis dalam kasus dugaan suap dalam uji materi UU No. 41/2014 menyangkut syarat kesehatan hewan.

Jika nanti rekomendasi pemberhentian sementara disetujui Presiden Joko Widodo, maka Majelis Kehormatan akan kembali menggelar sidang untuk memutuskan pemberhentian tetap Patralis sebagai hakim konstitusi.

Patralis Akbar ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, Rabu (27/01) lalu karena diduga menerima suap dari pengusaha importir daging sapi Basuki Hariman, sebesar US$ 20.000 dan 200.000 dollar Singapura.

Topik terkait

Berita terkait