Pengungsi Afghanistan kembali gelar demonstrasi di Jakarta

afghanistan Hak atas foto Chandni
Image caption Para pengungsi Afghanistan, yang sebagian besar terdiri dari etnik Hazara, menuntut UNHCR segera menempatkan mereka di negara ketiga.

Sejumlah demonstran yang merupakan para pengungsi Afghanistan kembali menggelar unjuk rasa di Jakarta, menuntut UNHCR menempatkan mereka di negara penampung.

Para peserta unjuk rasa, yang sebagian besar adalah etnik Hazara dari Afghanistan, mengusung poster berisi tuntutan kepada kantor UNHCR di Jakarta, pada Selasa (07/02) pagi.

Mereka juga kompak berseru meminta badan PBB yang menangani pengungsi itu segera memindahkan mereka dari Indonesia, yang merupakan negara penampung sementara.

Demonstrasi pengungsi Afghanistan telah berlangsung dua hari berturut-turut. Pada Senin (06/02), aksi serupa dilangsungkan lantaran para pengungsi mengaku belum mendapatkan kepastian dari UNHCR, walau telah menetap di Indonesia lebih dari tiga tahun.

Hak atas foto Chandni
Image caption UNHCR mengingatkan penempatan pengungsi di negara ketiga hanya satu dari sejumlah pilihan solusi.

Perwakilan UNHCR di Jakarta menyatakan "bisa memahami kefrustrasian yang mungkin dirasakan para pengungsi."

Dalam pernyataan tertulis kepada BBC Indonesia, UNHCR menuturkan bahwa penampungan di negara ketiga hanyalah satu dari sejumlah pilihan solusi, termasuk pemulangan ke negara asal dan membantu penyatuan keluarga.

"Langkah pertama adalah memastikan mereka punya tempat yang aman dan kami berterima kasih pemerintah Indonesia menyambut mereka di sini," sebut UNHCR.

Hak atas foto Chandni
Image caption Imigran dari Afghanistan mencapai 14 ribu orang di Indonesia.

UNHCR mengingatkan penempatan di negara ketiga, yang bukan negara asal atau negara penampung sementara seperti Indonesia, bukanlah hak pengungsi.

"Itu adalah diskresi negara penampung. Penempatan (di negara ketiga) hanya bisa dilakukan terhadap sebagian kecil dari pengungsi di seluruh dunia. Pada akhir 2015, ada 65 juta orang yang terserak di dunia akibat perang dan konflik dan 21 juta di antara mereka merupakan pengungsi. Namun, kurang dari 1% pengungsi di seluruh dunia yang ditempatkan (di negara penampung)," papar UNHCR.

Menurut data Kementerian Hukum dan HAM, imigran dari Afghanistan merupakan yang terbanyak di Indonesia hingga mencapai 14 ribu orang, baik yang sudah berstatus pengungsi ataupun pencari suaka. Mereka ditempatkan di rumah detensi ataupun penampungan, tetapi ada juga yang memilih tinggal di rumah sendiri.

Topik terkait

Berita terkait