Indonesia 'menerima permintaan maaf' Australia terkait kisruh latihan militer

Lieutenant General Angus Campbell shakes hands with General Gatot Nurmantyo in Jakarta Hak atas foto Indonesia Armed Forces
Image caption Panglima TNI Gatot Nurmantyo, menerima kunjungan Panglima militer Australia di Jakarta, Rabu.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Australia telah meminta maaf atas bahan pelatihan yang 'menyinggung' Indonesia yang digunakan di sebuah pangkalan militer di Perth.

Gatot Nurmantyo menyebut, Indonesia menerima permintaan maaf yang disampaikan panglima militer Australia.

Indonesia bulan lalu membekukan semua kerjasama pertahanan, kendati kemudian disebutkan bahwa yang dibekukan adalah program pelatihan bahasa.

Yang dipermasalahkan adalah sejumlah topik yang dianggap sensitif.

Antara lain 'catatan tentara Indonesia di masa lalu, Timor Timur, kemerdekaan Papua dan Pancasila," kata Jenderal Gatot Nurmantyo bulan lalu.

Indonesia mengumumkan permintaan maaf Australia itu dalam sebuah pernyataan setelah kepala staf Angkatan Darat Australia Angus Campbell bertemu dengan para pemimpin TNI di Jakarta, Rabu.

"Jenderal Gatot telah menerima permintaan maaf, dan menyadari bahwa di era persaingan global sekarang, persatuan dan persahabatan diperlukan oleh negara-negara tetangga, tanpa harus mengesampingkan perbedaan mereka," kata pernyataan militer Indonesia.

BBC telah menghubungi para pejabat Australia, namun belum mendapat jawaban.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengungkapkan bahwa dia senang para pemimpin militer kedua negara telah "menyelesaikan masalah bersama-sama seperti sebuah keluarga".

"Insiden kecil yang bisa saja terjadi, tapi itu hanya pernyataan individu saja," katanya.

"Kita tidak bisa membiarkan hal seperti itu menggoyahkan hubungan yang kuat antara kedua negara."

Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Australia pada November lalu, namun dibatalkan karena Jakarta dilanda gelombang unjuk rasa raksasa 411 yang berbuntut kekerasan.

Kunjungan dijadwal ulang, dan Jokowi dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull pada 26 Februari mendatang.

Topik terkait

Berita terkait