Ledakan di depan rumah Wali Kota Kendari terkait Pilkada?

bom kendari Hak atas foto AP
Image caption Sejumlah saksi mengatakan ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.35 Waktu Indonesia Tengah (Wita) itu terdengar cukup keras dari jarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Kepolisian Sulawesi Tenggara masih menyelidiki kasus ledakan bom di depan rumah pribadi Wali Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (09/02) pagi.

Sejumlah saksi mengatakan ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.35 Waktu Indonesia Tengah (Wita) itu terdengar cukup keras dari jarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Saat ledakan terjadi, Wali kota Kendari, Asrun tidak berada di tempat lokasi kejadian. Tetapi putra sang wali kota, Adriatma Dwiputra, yang tengah bersaing dalam Pilkada Wali kota Kendari, berada di dalam rumah tersebut.

Tidak ada korban akibat ledakan ini, tetapi beberapa pecahan kaca terlihat berserakan di lantai teras rumah tersebut. Sebagian dinding rumah di dekat pusat ledakan mengalami keretakan.

Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Polisi Andap Budi Revianto mengatakan belum bisa memastikan apakah ledakan itu bersumber dari bom atau bukan.

Juga belum jelas apakah ledakan ini terkait pilkada.

"Karena, kepolisian masih menunggu hasil olah KTP yang akan dilakukan Tim Labfor Polda Sulawesi Tenggara," ungkap Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Andap Budi, seperti dipaparkan wartawan Kompas TV biro Kendari, Yusnandar, kepada BBC Indonesia, Kamis siang.

Beberapa saksi yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan mendengar suara ledakan 'cukup keras.' Namun mereka mengaku tidak melihat orang yang meletakkan benda yang kemudian meledak.

"Saksi mata yang berada sekitar 200 meter dari pusat ledakan, mendengar suara ledakan cukup keras," ungkap Yusnandar.

Sekitar pukul 08.45 Wita, tim penjinak bom Sultra telah tiba di lokasi kejadian dan kemudian melakukan olah TKP. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Berita terkait