Warga Banten tapi tak paham Pilkada sendiri? Ini panduan kilat tentangnya

getty Hak atas foto Donal Husni / Getty

Dari tujuh provinsi yang mengadakan pilkada serentak, Banten adalah provinsi yang memiliki jumlah pemilih terbanyak, sekitar delapan juta pemilih.

Tapi gaungnya tidak terlalu besar apalagi jika dibandingkan dengan wilayah tetangganya, DKI Jakarta. Di daerah-daerah yang berbatasan dengan ibu kota, seperti Tangerang Selatan, semarak pilkada tak begitu terlihat.

Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang ber-KTP Banten yang tak terlalu paham dengan seluk beluk pilkada di wilayah Anda sendiri, BBC Indonesia mencoba merangkum sebuah panduan kilat yang mungkin berguna bagi Anda untuk mencoblos nanti.

Siapa calonnya?

Hak atas foto Wahidin - Andika

1. Wahidin dan Andika: Perda kontroversial dan anak Ratu Atut

Wahidin Halim, 62, adalah politisi Partai Demokrat yang kini menjabat sebagai wakil ketua Komisi II di DPR RI (mewakili Dapil Banten III). Pria yang punya moto hidup 'hidup adalah ibadah' ini sempat menduduki jabatan sebagai wali kota Tangerang periode 2003 hingga 2013, namun mengundurkan diri untuk masuk DPR.

Semasa menjabat wali kota Tangerang, ia memicu kontroversi karena mengeluarkan peraturan daerah yang dianggap diskriminatif: melarang perempuan keluar malam.

Pasangan Wahidin adalah Andika Hazrumy, 31, anak pertama mantan Gubernur Banten Ratu Atut yang divonis tujuh tahun penjara karena kasus suap pilkada yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu, Akil Mochtar.

Andika kini menjabat sebagai anggota komisi III DPR RI fraksi partai Golkar dan anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR. Moto hidupnya? 'Pemuda di hari ini adalah pemimpin di hari esok'.

Pencalonan mereka didukung oleh tujuh partai politik yaitu Demokrat, Golkar, PKS, PAN, PKB, Gerindra, dan Hanura.

Hak atas foto Rano Karno - Embay

2. Rano dan Embay: mantan wakil Atut dan pengusaha

Rano Karno, 56, sebelumnya adalah wakil gubernur Banten, namun resmi menjadi gubernur sejak Agustus 2015 setelah Ratu Atut dinonaktifkan terkait kasus suap pilkada di MK.

Mantan aktor dan sutradara ini sebelumnya pernah menjadi wakil bupati Tangerang periode 2008-2013 tetapi mengundurkan diri untuk mendampingi Ratu Atut dalam pilkada Banten 2012-2017. Dia dipasangkan dengan Embay Mulya Syarif, 64, seorang pengusaha dan tokoh masyarakat Banten.

Pencalonan mereka didukung oleh tiga parpol yaitu PDI Perjuangan, PPP, dan Partai NasDem.

Hak atas foto Pasific Press / Getty
Image caption Banten: wilayah dengan kota yang modern di satu sisi, tapi minim infrastruktur di sisi yang lain.

3. Tidak menyaksikan debat, lalu apa program utama mereka?

Calon petahana, Rano Karno, berjanji untuk menggenjot infrastruktur dan menerapkan sistem pemerintahan yang transparan. Salah satu yang paling menonjol, menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, adalah upaya antikorupsi, yaitu dengan program pencegahan penyimpangan dan perilaku korupsi dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara lawannya, Wahidin, berjanji akan melakukan reformasi birokrasi dan keterbukaan dengan menerapkan e-planning, e-budgeting, dan electronic monitoring and evaluation.

"Mereka mengatakan juga akan memutus mata rantai pelayanan publik dan menata kembali hubungan provinsi dan kabupaten," lanjut Titi.

Hak atas foto Pasific Press
Image caption Banten juga wilayan yang kental dengan budaya dan tradisi. Suku Baduy mempertahankan gaya hidup tradisionalnya yang dekat dengan alam, tanpa listrik dan sekolah.

4. Siapa yang lebih difavoritkan?

Perebutan suara akan sangat ketat dan sengit karena dalam pilkada serentak 15 Februari, pemilihan gubernur Banten ini satu-satunya yang calonnya hanya dua, kata Titi Anggraini.

Masalah dinasti politik adalah hal yang paling merongrong pasangan Wahidin-Andika. Terpidana korupsi Ratu Atut, yang juga ibu cawagub Andika, telah berkuasa di Banten selama delapan tahun.

Jika terpilih sebagai wakil gubernur, Andika akan menambah daftar 'dinasti politik' Atut di Banten.

Sejauh ini, para anggota keluarga Atut yang berkuasa di Banten adalah Ratu Tatu Chasanah (adik Atut) sebagai Bupati Serang, Tubagus Haerul Jaman (adik tiri Atut) sebagai Wali Kota Serang, dan Airin Rachmi Diany (adik ipar Atut) sebagai Wali Kota Tangerang Selatan - suami Airin, Tubagus Cheri Wardhana, juga tersangkut kasus korupsi.

Titi Anggraini mengatakan masalah dinasti politik ini akan memiliki dampak negatif bagi paslon satu terutama bagi pemilih di kalangan terdidik dan kelas menengah atas.

Sementara itu, paslon Rano-Embay dirugikan dengan terpaan isu komunis yang selama masa kampanye. Rano Karno diisukan sebagai anak seorang anggota PKI, hal yang langsung dibantahnya -Rano Karno adalah anak mendiang aktor terkenal Soekarno M Noer.

Sewaktu Rano Karno berkampanye menjadi calon wakil gubernur mendampingi Ratu Atut, tak ada isu ini.

Menurut Titi, isu komunis ini akan berpengaruh negatif bagi Rano-Embay terutama di kalangan pemilih akar rumput. "Bagi yang terdidik dan melek informasi mungkin tidak akan terpengaruh, tapi dengan akar rumput apalagi kelompok yang sangat agamis, sentimen itu bisa berpengaruh."

5. Di mana bisa didapat informasi lebih lanjut?

Hak atas foto Google Play

Bagi Anda yang punya ponsel Android, bisa mengunduh aplikasi Sedanten (pemenang Pilkada Banten Apps Challenge 2016 ) yang berisi info calon, permainan, dan layanan pemilih disabilitas.

Jika Anda tertarik, juga bisa klik di sini untuk membaca visi misi pasangan nomor urut satu dan klik di sini untuk visi misi pasangan nomor urut dua.

Anda juga bisa ikut mengawal pilkada dengan mendaftar menjadi relawan pemantau, antara lain Kawal Pilkada, yang aplikasinya bisa Anda unduh dulu di ponsel.

Topik terkait

Berita terkait