Polda Jabar pertimbangkan'membawa' Rizieq Shihab jika kembali mangkir

Rizieq Shihab Hak atas foto Getty Images
Image caption Rizieq Shihab terancam hukuman penjara karena kasus dugaan penodaan pancasila.

Tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama presiden pertama Soekarno, Rizieq Shihab, sampai Jumat (10/02) siang belum hadir memenuhi panggilan Polda Jawa Barat.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Anton Charliyan mengatakan akan menunggu kehadiran Rizieq sampai tengah malam nanti, dan jika tidak hadir maka polisi akan mengeluarkan surat perintah 'membawa' tersangka.

"Kita sesuai dengan prosedur hukum, kalau hari ini tidak hadir, kita akan keluarkan surat perintah membawa, hanya waktunya kapan, nanti kita akan rapatkan dengan tim, yang jelas sebagai warga negara yang baik harus patuh kepada hukum karena negara kita ini negara demokrasi. Demokrasi baru bisa jalan, kalau hukumnya juga tegak," jelas Anton kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka, Jumat (10/02).

Tetapi Anton, mengatakan belum memutuskan apakah akan 'membawa' Rizieq Shihab.

"Kita mengatur waktunya, kapan-kapan juga bisa, bisa siang, bisa malam, bisa kapan saja, nanti kita atur waktu yang tepat, kira-kira kapan," jelas Anton.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan sampai Jumat siang polisi tidak mendapatkan pemberitahuan dari kuasa hukum Rizieq apakah ada datang atau tidak memenuhi panggilan sebagai tersangka.

Polisi mengaku telah melayangkan surat panggilan polisi pada Selasa (07/02) lalu, namun ditolak oleh pemilik rumah yang alamatnya tertera dalam surat tersebut, dan juga tembusannya dikirimkan ke kantor pengacaranya di Bandung.

"Kalau alasan penolakan surat, tanya ke yang bersangkutan. Jadi surat ditolak dengan menyampaikan kepada yang membawa surat, silakan saja dibawa ke gunung sana. Yang membawa surat ini sudah kami periksa, dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa saja yang dikatakan yang bersangkutan yang menolak surat tersebut," kata Yusri.

Surat dikirim polisi melalui pos, dengan alamat yang sama saat memanggil Rizieq untuk diperiksa sebagai saksi. Ketika itu surat diterima, tetapi Rizieq tak bisa hadir dengan alasan sakit. Surat kedua diterima dan Rizieq hadir untuk diperiksa polisi.

Jika kembali tak hadir, menurut Yusri, Rizieq bisa dianggap menghalangi kegiatan penyidikan, tetapi tidak akan dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Ki Agus Choiri, yang dihubungi melalui pesan whatsapp, tidak bersedia menjelaskan alasan ketidakhadiran kliennya. "No komen," tulisnya kepada Julia Azka.

Antisipasi aksi

Untuk mengantisipasi keamanan dalam pemeriksaan Rizieq pada Sabtu ini, polisi telah menyiapkan sekitar 200 orang personil.

Ketika ditanya apakah Polda Jabar akan mempertimbangkan untuk membawa Rizieq Shihab - yang diperkirakan akan mengikuti aksi pada Sabtu 11 Februari- Anton mengatakan lokasi aksi berada di Jakarta. "Kalau kita tidak mempertimbangkan apapun juga karena itu kan di DKI Jakarta, kita di Jawa Barat dengan aksi 11 Februari di Jakarta, Polda Jabar telah mengeluarkan himbauan dan larangan pada warga Jabar untuk pergi ke Jakarta. "

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Sekitar 200 polisi dikerahkan untuyk mengamankan pemeriksaan Rizieq Shihab.

"Kita sudah menghimbau dan kita sudah melarang, sesuai dengan kebijakan dari atas bahwa untuk apa di sanapun juga karena di sana kental dengan nuansa politik. Di sini dan di sana juga minggu tenang. Jangan sampai minggu tenang jadi minggu gaduh", jelas Anton.

Anto mengatakan Polda Jabar akan melakukan upaya pencegahan, meskipun mereka bertujuan ke masjid Istiqlal.

"Kalau mau tujuan ibadah ya silakan saja, (tapi) kenapa harus di Istiqlal? Yang penting ibadah itu kekhusyuannya. Kenapa harus jauh-jauh, di sini juga bisa di Masjid Agung Bandung," jelas Anton, "Akan dihimbau, dicegah agar jangan berangkat. Karena kan sudah dilarang di sana, kecuali kegiatan lain. Tapi kalau kegiatan mau ke sana, mau apa? Dan untuk membela siapa? Kan tidak jelas".

Berita terkait