Kampanye terakhir, para kandidat Pilgub Jakarta unjuk artis dan tokoh

jakarta, pilkada Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Suasana kampanye terakhir cagub-cawagub DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, di Lapangan Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Para pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta bagai berlomba menampilkan para artis dalam acara yang dibalut dengan orasi politik saat kampanye terakhir sebelum masa tenang.

Agus: Kampanye Akbar, Cita Citata, SBY

Pasangan calon nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, melangsungkan "Kampanye Akbar" di Lapangan Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/02), dihadiri ribuan orang.

Acara itu dihadiri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ayah kandung Agus, dan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, ditandai penampilan pedangdut Cita Citata.

Agus Harimurti Yudhoyono tampil berapi-api dengan baju hitam kampanyenya yang khas, dan celana khas militer.

"Jakarta butuh pemimpin baru yang mencintai rakyatnya apa adanya, yang betul-betul siap untuk bela rakyat Jakarta semuanya tak hanya sebagian kecil saja." katanya.

"Jangan sampai salah pilih, karena sengsaranya lima tahun. Jangan sampai salah pilih orang yang berkata kasar, suka menggusur rakyatnya sendiri. Satukan Jakarta, jangan terkotak-kotak. Jakarta harus satu," pekik Agus di hadapan ribuan orang yang sesekali meneriakkan yel-yel dukungan.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Cagub nomor urut 1, Agus Yudhoyono, menyampaikan orasi politik dalam kampanye terakhir.

Ahok: Pesta Rakyat, Maaf, Kuliner

Pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat menggelar berbagai acara di hari terakhir kampanye. Dimulai dengan pertemuan rutin dengan publik di Rumah Lembang, berlanjut ke syukuran bersama pendukung serta para relawan dan tim di Pullman Hotel, diakhiri dengan Pesta Rakyat di Kemayoran.

"Di kesempatan ini, saya mau sampaikan permohonan maaf kami, kadang-kadang kita lagi stres bisa nyemprot orang," ujar Ahok, yang disambut gelak tawa hadirin .

Dalam acara di Pullman yang diramaikan Indy Barends, JFlow, dan Gading Marten itu Ahok menyatakan keyakinannya bahwa, politik akal sehat akan selalu menang. "Kita berpolitik itu politik akal sehat, kok," katanya.

Hak atas foto TIM BADJA
Image caption Cagub nomor urut 2, Basuki Tjahaya Purnama dan cawagub djarot Syaiful Hidayat, dalam Pesta Rakyat sebagai kampanye terakhir mereka.

Kampanye Ahok-Djarot berlanjut di JIExpo Kemayoran dengan tajuk 'Pesta Rakyat No. 2'.

Koordinator acara, Sys NS, mengatakan acara yang menghadirkan sejumlah artis seperti Tessa Kaunang, Nikita Willy, dan lain-lain, diwarnai juga joget bersama, selain pesta kuliner. Dia pun menargetkan partisipasi dalam jumlah yang sangat besar dari para pendukung Ahok-Djarot.

Anies: pekerjaan, pendidikan, raja dangdut

Sementara itu, kampanye terakhir pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di Lapangan Rawa Jati, Pasar Minggu, dimeriahkan sang raja dangdut Rhoma Irama yang juga Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman alias Partai Idaman.

Tentu saja dang Raja Dangdut tampil menghibur bersama kelompok Soneta membawakan sejumlah lagu, menggoyang massa. Tak lupa Rhoma Irama menyelipkan seruan 'meminta keadilan bagi penista agama dan penista ulama' seraya menyerukan 'persatuan antar umat Islam.'

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kampanye terakhir Cagub-cawagub nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menampilkan musisi dangdut, Rhoma Irama.

Anies Baswedan menggunakan kalimat yang sama dengan Agus Harimurti: Jangan salah pilih.

Ia menyebut, di Jakarta, lapangan kerja susah, pendidikan banyak yg putus.

"Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang kaya kirim anaknya sekolah bagus sampe tuntas. Habis itu dapat kerjaan bagus, jadi makin makmur. Yang miskin kirim anak ke sekolah biasa, lalu putus, menganggur, dan makin miskin. Lama-lama kawin, punya anak lagi. Kirim sekolah lagi. Begitu lagi," katanya.

Itulah yang akan mereka ubah, katanya.

"Jadi kalau ada yang tanya kenapa pilih Nomor 3: Lapangan pekerjaan, pendidikan dan (rendahnya) harga sembako. Kalau yang lain boleh tambah sendiri."

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Sandiaga Uno turut berjoget dengan iringan grup dangdut Soneta.

Topik terkait

Berita terkait