SBY minta Jakarta tolak 'cagub yang menggusur', apa reaksi netizen?

SBY Hak atas foto Reuters
Image caption Yudhoyono, yang anaknya ikut bertarung di pilkada Jakarta, menulis di Facebook soal seruan memilih pemimpin 'ideal untuk Jakarta'.

Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta warga Jakarta tak salah memilih pemimpin di pemilihan gubernur yang digelar pada 15 Februari.

Dalam tulisan di halaman resmi di Facebook, Yudhoyono antara lain mengatakan, "Jika pilihan kita salah, Jakarta akan gagal menjadi kota yang lebih aman, lebih adil, lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bermartabat."

Ia tidak menyebut nama, meski pembaca yang mengikuti perkembangan pilgub Jakarta akan maklum dengan calon yang disinggung SBY.

"Kita tentu akan memilih gubernur yang amanah, jujur, cakap dan menyayangi rakyatnya ... gubernur yang pandai menjaga perkataan dan tindakannya ... gubernur yang tidak mengekang dan membatasi kegiatan umat Islam dalam peringatan hari-hari besar Islam, dan juga aktivitas agama yang lain," tulis SBY.

Pada bagian lain, SBY meminta warga Jakarta untuk memilih gubernur yang memikirkan dan membangun perumahan rakyat tanpa melakukan penggusuran sewenang-wenang.

Calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dikenal berbicara lugas dan kadang menggunakan 'bahasa yang kotor' meski ia telah berjanji untuk lebih menjaga bahasa yang ia pakai.

Ia sedang menghadapi kasus dugaan pelecehan agama yang persidangannya tengah berjalan. Di persidangan ia menegaskan tak berniat menghina agama, selain juga sudah meminta maaf.

Kasus ini menyebabkan setidaknya tiga aksi besar-besaran yang mendesak kasus ini ditangani secara transparan dan adil.

Reaksi netizen

Kebijakan Ahok soal penggusuran menimbulkan pro dan kontra.

Ia menegaskan bahwa penggusuran perlu untuk menata kota, mengatasi banjir dan kriminalitas, tapi banyak yang tak setuju dengan alasan penggusuran menyengsarakan masyarakat bawah sementara solusi yang ditawarkan -seperti pemindahan ke rumah susun- dinilai tak memuaskan.

Di pilkada Jakarta, Ahok bersaing dengan mantan menteri Anies Baswedan dan anak SBY sendiri, Agus, yang juga dikenal dengan AHY.

Tulisan SBY soal pilkada Jakarta telah dibagi lebih dari 3.000 kali dan mendapatkan komentar lebih dari 10.000.

Rifkan Budiono mengatakan semua kriteria yang ditulis SBY ada pada diri Ahok.

"Semua yang Pak SBY paparkan ada pada diri Ahok, sudah terbukti dan tinggal melanjutkan ... berkat Ahok lokalisasi disulap menjadi tempat yang begitu megah ... sungai-sungai jadi bersih, koruptor tak berkutik, pendidikan makin murah ... ya kan Pak SBY?" kata Rifkan.

Sementara itu pengguna Facebook, Pengayom Bangsa Sutikno, secara implisit meminta SBY untuk netral.

"Biar rakyat Jakarta memilih gubernur sesuai hati nurani ... (pilih) gubernur yang memang bekerja untuk kemajuan Jakarta, gubernur yang mau menjalankan tugas dengan hati nurani, yang tidak KKN," kata Sutikno.

Namun, tentu saja ada yang setuju dengan pandangan SBY, seperti ditulis Suparli Mahmud.

"Saya hanya bisa berharap dan mendoakan semoga rakyat Jakarta dapat menentukan pilihannya seperti yang Bapak tuliskan di atas. Semoga Bapak dan seluruh keluarga sehat wal'afiat," katanya.

Topik terkait

Berita terkait