Pilkada 2017 Papua Barat: pendidikan dan kesenjangan ekonomi jadi sorotan

Papua, pilkada
Image caption Tiga calon bersaing dalam pemilihan gubernur Provinsi Papua Barat.

Menjelang malam di pasar mama-mama Manokwari, Provinsi Papua Barat, suasana tetap sibuk: pembeli masih ramai dan para pedagang belum berkemas-kemas pulang.

Jelas tidak terlihat sisa-sisa pemungutan suara pemilihan gubernur yang berlangsung hingga Rabu (15/02) siang.

Setelah warga mencoblos dan berharap calon pilihannya menang, kini saatnya mereka mulai mengungkapkan harapan pada gubernur terpilih kelak.

Sarcce Howay -seorang mama berusia 53 tahun yang berdagang sayuran- sempat memberikan suara sebelum kembali menggelar dagangannya. Dia tidak menyebut piihannya, namun dengan rinci mengungkapkan harapannya.

"Masyarakat itu harus punya, Misalnya kita orang pasar, bapak perhatikan kita punya tempat, kita duduk jualan begini. Pasar harus diperbaiki, kita orang pasar harus diperbaiki ekonominya," tuturnya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Ketimpangan perekonomian antara masyarakat di pegunungan dengan warga di 'kabupaten induk' merupakan salah satu masalah di Papua Barat.

Sebenarnya pemerintah daerah sudah membangun pasar permanen yang diperuntukkan para mama Papua di Kompleks Pasar Sanggeng, sekitar 100 meter dari pasar lama. Dan para mama enggan pindah ke sana walaupun gratis.

"Mejanya terlalu kecil, bagaimana kami bisa menaro sayuran ini, kalau mejanya saja kurang dari satu meter (lebarnya)," keluh Sarcce.

Ketimpangan di Papua Barat

Munkin masalah yang dihadapi Sarcce bukan kisah yang sama sekali baru namun hanya salah satu contoh dari pembangunan yang tidak mempertimbangkan kebutuhan penggunanya.

"Mereka tidak butuh pasar yang permanen. Mereka biasa berbaur dengan pedagang yang lain, yang penting adalah mereka terus produksi dengan barang yang dijual," jelas Achmad Rochani, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Papua Unipa.

Dia menambahkan jika pemerintah Papua Barat memang ingin meningkatkan perekonomian masyarakat maka pembangunan harus memperhatikan kebiasaan masyarakat lokal.

Dan pembangunan pasar hanyalah salah satu masalah di Papua Barat karena -menurut Achmad- masih banyak masyarakat asli Papua Barat yang sebagian besar tinggal di kawasan pengunungan yang masih hidup dalam kemiskinan.

Mengatasi ketimpangan perekonomian antara masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan dengan warga yang disebut kabupaten induk -yaitu Kabupaten Manokwari, Kota Manokwari, dan Kabupaten Sorong- adalah tugas berat lain bagi gubernur terpilih nanti.

Salah satu caranya, seperti dijelaskan Achmad Rochani kepada BBC Indonesia, adalah dengan memberikan perhatian pada kegatan produksi yang menjadi mata pencaharian masyarakat, seperti pertanian dan peternakan.

"Potensinya besar, tetapi mereka juga butuh pendampingan. Selama ini pendekatan yang dilakukan adalah proyek yang setelah selesai ditinggalkan."

Peningkatan sektor pertanian dan peternakan pada saat bersamaan juga akan membuat berkurangnya ketergantungan Papua Barat atas bahan pangan dari daerah lain, yang selama ini mencapai 60%.

Menuntut peningkatan kualitas guru

Data memperlihatkan jumlah penduduk miskin di Papua Barat per September 2016 mencapai 24,88% dan sebagian besar tinggal di daerah pedesaan.

Tuntutan dari seorang guru jelas berbeda dengan para mama-mama di Pasar Manokowari.

"Pendidikan harus diperhatikan gubernur baru, karena masih banyak anak usia SD terutama di perdesaan yang belum dapat membaca. Saya rasa guru yang berkualitas harus diperbanyak," kata Yuliana Rawar, seorang guru sekolah dasar.

Sementara itu Zendrik Sraun, mahasiswa Unipa yang berusia 19 tahun mengatakan ingin agar gubernur terpilih kelak memberi perhatian kepada pendidikan tinggi.

"Kami ingin ada perhatian untuk mahasiswa agar lebih baik pendidikannya."

Berdasarkan quick count Lingkaran Survei Indonesia-Jaringan Isu Publik, hingga Rabu (15/02) petang, pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani mendapat perolehan suara lebih dari 54%, disusul Stephanus Malak-Ali Hindom sekitar 28%, disusul dengan Irene Manibuy-Abdullah dengan 17%.

Topik terkait

Berita terkait