Dua tokoh GAM saling klaim menang pemilihan gubernur Aceh

Muzakir Manaf - Irwandi Yusuf Hak atas foto BBC Indonesia

Siapa yang akan berhasil menjadi Gubernur Aceh yang baru, apakah Irwandi Yusuf atau Muzakir Manaf? Hasil perhitungan cepat atau quick count oleh sejumlah kalangan menunjukkan pertarungan keduanya sangat sengit.

Perhitungan cepat oleh Himpunan Mahasiswa Statistik (Himasta), Fakultas MIPA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, yang diumumkan kepada wartawan, Kamis (16/02) sore, menunjukkan Irwandi mengungguli Muzakir.

"Prosentase tertinggi ada pada bapak Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebesar 40, 53%," ungkap Jumila, mahasiswa jurusan Statistik sekaligus ketua pelaksana perhitungan cepat ini.

"Adapun nomor dua, bapak Muzakir Manaf-TA Khalid sebesar 22,16%," tambahnya.

Hasil ini sesuai perhitungan cepat internal kubu Irwandi, tetapi bertolak belakang dengan klaim kubu pasangan Muzakir Manaf dan TA Khalid. Pasangan calon dari Partai Aceh ini mengklaim merekalah sebagai pemenang, sesuai perhitungan internal mereka sebelumnya yaitu di atas 40%.

Pilkada 2017 Aceh: Mantan komandan GAM Muzakir Manaf klaim raup suara terbanyak

Saling klaim kemenangan ini, bagaimanapun, telah menjadi perbincangan hangat warga Aceh.

Sebagian warga Aceh menganggap perhitungan itu wajar-wajar saja, sebagai 'praktik demokrasi,' tetapi lainnya mengatakan "lebih baik menunggu" perhitungan resmi Komisi Independen Pemilihan, KIP Aceh.

Ketua Komisi Independen Pemilihan Aceh, Ridwan Hadi mengatakan klaim kemenangan dua pasangan calon Gubernur Aceh tidak akan dijadikan bukti untuk menentukan siapa yang menang atau kalah.

"Quick count (perhitungan cepat) oleh lembaga manapun itu menjadi pedoman awal saja, tapi itu tidak untuk dijadikan bukti bahwa ini sudah menang atau ini sudah kalah," kata Ridwan Hadi dalam jumpa pers, Kamis (16/02) pagi di Banda Aceh.

Lebih lanjut Ridwan Hadi mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang adanya penghitungan cepat yang dilakukan masing-masing calon.

Tetapi KIP Aceh, demikian Ridwan, tetap berpedoman pada real ccount melalui penghitungan di tingkat TPS hingga Kabupaten/kota.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pemenang pilgub Aceh akan diumumkan Komisi Independen Pemilihan Aceh pada pekan ketiga Februari.

"Acuan kita semua adalah hasil yang akan disampaikan dalam rapat plemo masing-masing level," tandas Ridwan.

Sesuai peraturan yang ada, total penghitungan itu akan diketahui sekitar pekan ketiga Februari.

"Itu yang menjadi acuan untuk menenetukan siapa calon gubernur terpilih nantinya," paparnya.

Karena itu, tambahnya, perhitungan cepat oleh lembaga manapun hanya menjadi pedoman awal saja.

"Tapi itu tidak untuk dijadikan bukti bahwa ini sudah menang atau ini sudah kalah," tegas Ridwan berulang-ulang.

Metodologi

Dalam perhitungan cepat, Himpunan Mahaiswa Statistik menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Dari total TPS 9069 di Aceh, para mahasiswa ini mengambil sampel di 70 TPS.

"Ada pertanyaan, kok bisa dari banyak TPS, hanya ada 70. Apakah itu bisa mewakili? Saya jawab bisa," kata Jumila, mahasiswa dan ketua pelaksana perhitungan cepat ini

Dia kemudian mencontohkan perhitungan cepat serupa yang dilakukan dosen di kampusnya. "Jadi kami percaya diri untuk mempostingnya (hasil perhitungan cepat), dengan kepercayaan kami 95%," tegas Jumila.

Keacakan sampel diasumsikan berdasarkan keacakan asal relawan anggota Himasta, papar Jumila.

"Yaitu anggota Himasta yang bersedia mengumpulkan data dari daerahnya masing-masing," katanya seraya menambahkan margin kesalahannya 3,32%.

Kepada wartawan, Ketua Himasta Fakultas MIPA, Unsyiah, Zulfazli mengatakan, perhitungan cepat ini dilakukan secara independen dan swadaya.

"Bukan titipan dari manapun dan tanpa sponsor dari siapapu," tegas Zulfazli.

Pilkada Gubernur Aceh 2017 diikuti enam pasangan calon. Dan hasil perhitungan sementara, persaingan sengit terjadi antara eks elit Gerakan Aceh Merdeka, GAM, yaitu pasangan calon Irwandi Yusuf-Noviansyah dengan Muzakir Mana-TA Khalid.

Siapa pemenang sesungguhnya, tentu harus menunggu perhitungan manual Komisi Independen Pemilihan Aceh pada pekan ketiga Februari.

Topik terkait

Berita terkait