Masih diperiksa, Indonesia tunggu akses membantu Siti Aisyah

Malaysia, Siti Aisyah, Korea Hak atas foto AFP/Getty Images/MOHD RASFAN
Image caption Wakil Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Noor Rashid Ibrahim memberikan keterangan atas pemeriksaan tersangka pembunuh Kim Jong-nam, termasuk Siti Aisyah.

Kementerian Luar Negeri Indonesia masih menunggu akses agar bisa memberi bantuan hukum terhadap Siti Aisyah, WNI yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Meski penangkapan terhadap Siti Aisyah sudah berlangsung Kamis (16/02) lalu, namun sampai Minggu kemarin, Indonesia belum bisa bertemu dengan WNI yang diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Kepolisian Diraja Malaysia masih menunggu hasil atopsi atas jenazah Jong-nam walau dugaan awal menyebutkan dia mati karena diracun.

Juru bicara Kemenlu Indonesia, Arrmanatha Nasir, menjelaskan Malaysia punya waktu sampai tujuh hari sejak penangkapan untuk melakukan investigasi awal, dan pada masa itu, tersangka belum boleh bertemu siapapun kecuali polisi.

"Sejak kita mengetahui ada WNI yang tersangkut kasus hukum di Malaysia itu, kita langsung memberikan pendampingan, kita minta akses kekonsuleran, namun, sesuai hukum Malaysia, bahwa selama orang yang dalam proses investigasi, belum bisa ditemui oleh siapa-siapa, kecuali oleh kepolisian. Hukumnya di Malaysia seperti itu," kata Arrmanatha.

Hak atas foto Facebook
Image caption Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, Siti Aisyah, bukanlah seorang tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

"Pihak pengacara yang sudah ditunjuk untuk yang bersangkutan (Siti Aisyah) sudah bertemu dengan pihak polisi, meminta akses kekonsuleran tapi pada saat itu disampaikan hal yang sama. Juga disampaikan bahwa kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik," kata Arrmanatha.

Berdasarkan penyelidikan sejauh ini -menurut Direktur Perlindungan WNI, Lalu Muhammad Iqbal- Siti Aisyah bukanlah seorang tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

"Yang bersangkutan sudah beberapa kali ke luar masuk ke Malaysia untuk kunjungan singkat, dan masuk ke Malaysia pun menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan singkat. Tidak ada indikasi yang bersangkutan punya pekerjaan tetap di Malaysia dan tidak ada indikasi bahwa yang bersangkutan pernah menetap atau tinggal lama di Malaysia," kata Lalu pada wartawan.

Hak atas foto FACEBOOK
Image caption Siti Aisyah disebut sebagai perempuan desa yang rajin.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat di Banda Aceh mengatakan bahwa Aisyah direkrut untuk melakukan acara lucu-lucuan bagi acara televisi. Dan penjelasan yang sama juga diberikan oleh ibu Aisyah, Benah, di Serang.

"Mau syuting, katanya di Malaysia, syutingnya ngagetin orang, ya nggak begitu tahu ya. Habis kerja, makan, terus, 'Neng, mau nggak,' katanya, 'Kamu kerja jadi iklan,' gitu. Namanya juga orang polos, nggak tahu apa-apa, ya mau aja diemeng-emengin duit mah kali ya. Nggak tahu, ibu mah," kata Benah.

Hak atas foto GOH CHAI HIN/AFP/Getty Images
Image caption Kawasan Tambora, Jakarta Barat, yang tercatat sebagai alamat resmi Siti Aishah.

Siti Aisyah masih terdaftar secara resmi di sebuah alamat di kawasan Tambora, Jakarta Barat yang merupakan alamat bekas mertuanya.

Rahmat Yusri, Ketua Rukun Tetangga (RT) di alamat KTP dan paspor Aisyah, mengungkapkan berita penangkapan Aisyah mengejutkan warga.

"Percaya tidak percaya, karena Aisyah itu kan orangnya lugu, sederhana, dan hanya lulusan SD sekolahnya juga," kata Rahmat.

Seorang bekas tetangga Aisyah, Emma Suela, juga menyatakan kekagetan yang sama.

"Kalau ngobrol panjang lebar, nggak, tapi paling kalau dia mau ke pasar, misalnya saling menyapa. Dan dia tidak pernah bergaul ke luar, dia memang bukan tipe wanita seperti itu. Dia benar-benar yang di mertua gitu, sadar diri bahwa dia tuh memang orang dari kampung, orang susah, terus dia ikut mertua, dia rajin," kata Emma.

Selain Siti Aisyah, polisi Malaysia sejauh ini sudah menangkap tiga orang lain, yang masing-masing memegang paspor Vietnam, Malaysia, serta satu warga Korea Utara.

Sementara empat orang lain yang berkewarganegaraan Korea Utara sedang dicari oleh Kepolisian Diraja Malaysia.

Berita terkait