Kepolisian tangkap bos Pandawa Group, Salman Nuryanto

polda, salman, pandawa Hak atas foto Polda Metro Jaya
Image caption Salman Nuryanto (paling depan) dan beberapa rekannya saat ditangkap polisi.

Sejumlah personel Polda Metro Jaya telah menangkap Salman Nuryanto, bos Pandawa Group yang diduga melakukan penipuan dengan kedok investasi.

Kepastian itu dikemukakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, pada Senin (20/02) pagi, menyusul informasi yang menyebutkan Salman telah ditangkap di daerah Mauk, Tangerang.

Kepada BBC Indonesia, Argo juga membenarkan Salman kini berada di markas Polda Metro Jaya.

Salman Nuryanto merupakan pimpinan Pandawa Group, usaha investasi yang menjanjikan bunga 10% setiap bulan kepada setiap investor yang menanamkan uang mereka. Pada akhir Januari lalu dia menghilang setelah sempat menjumpai para nasabahnya dan berjanji akan melunasi pembayaran pada 1 Februari.

Hak atas foto Pandawa Mandiri Group
Image caption Salman Nuryanto

BBC Indonesia sempat berkunjung ke perumahan Palem Ganda Asri, Meruyung, Kota Depok, tempat Salman bermukim sebelum menghilang. Di sana masih ada beberapa pengurus Pandawa, namun mereka menolak berkomentar.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kantor KSP Pandawa Mandiri Group di Depok, Jawa Barat.

Sejak dia menghilang, kasus Pandawa Group ditangani Polda Metro Jaya. Bahkan, menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aset Salman Nuryanto.

Mukhlis Effendi, pengacara yang mengaku mewakili 2.900 nasabah Pandawa, mengklaim para kliennya menderita total kerugian Rp400 miliar.

Otoritas Jasa Keuangan, OJK, telah menghentikan aktivitas Pandawa pada 11 November 2016. Perusahaan itu dimasukkan dalam daftar perusahaan investasi ilegal dan berpotensi merugikan masyarakat.

Topik terkait

Berita terkait