Mengapa partai Islam dukung calon non-Muslim di Pilkada 2017 di Papua Barat?

Papua Barat Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua Barat, Irene Manibuy- Abdullah Manaray, didukung oleh Partai Hanura, PKS, PKB dan PPP.

Dalam Pilkada DKI Jakarta, sejumlah partai Islam gencar berkampanye agar memilih kepala daerah Muslim.

Namun dalam pemilihan kepala daerah di kawasan Indonesia Timur, partai-partai berbasis Islam justru memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah non-Muslim.

Dalam Pilkada Papua Barat, misalnya, pasangan calon gubernur-wakil gubernur Irene Manibuy-Abdullah Manaray didukung oleh Partai Hanura, PKS, PKB dan PPP.

Rifai Rumalen dari PKS Papua Barat mengatakan pihaknya tidak memandang agama dalam mencalonkan kepala daerah, tetapi lebih pada kinerja mereka.

"Kami melihat yang kinerjanya bagus saja yang kami calonkan, dan bu Irene telah menyatakan juga untuk membangun masjid raya yang memang sudah saatnya ada untuk Papua Barat ini," jelas Rifai kepada BBC Indonesia.

Sementara Toha Al-Hamid, yang merupakan tim pemenangan pasangan Irene Manibuy-Abdullah Manaray, mengatakan sesuatu yang wajar apabila Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai Islam tidak selalu mengusung figur Muslim di Papua dan Papua Barat.

"Saya kira itu keliru besar, tidak mesti partai Islam selalu mengusung orang Islam karena partai ini punya semangat Pancasila, semangat Indonesia. PAN juga berbasis Islam dan PAN yang Muhammadiyah mendukung Dominggus Mandacan, dan tidak ada masalah," jelas Toha.

Dia mengatakan di Kabupaten Tolikara dan Lanny Jaya, PKS memiliki wakil di DPRD yang bukan Muslim.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Jumlah pemilih dalam pilgub Papua Barat mencapai lebih dari 700.000 orang.

Mandacan-Lakotani 'unggul'

Meski pasangan Irene Manibuy dan Abdullah Manaray berjanji akan membangun masjid raya di Papua Barat, tetapi ternyata kampanye tersebut tidak terlalu mendapat banyak sambutan dari sekitar 38% pemilih Muslim di daerah itu.

Berdasarkan perhitungan KPU Papua Barat sampai Minggu (19/02) sore, pasangan calon Irene-Abdullah hanya mengantongi 55.159 suara atau 15.60% dari 1.869 TPS atau sekitar 65,42% total TPS.

Posisi pertama ditempati Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani yang diusung Partai Nasdem, PDIP, dan PAN). Pasangan calon tersebut memperoleh 207.990 suara atau 58.82% dari umlah suara.

Adapun pasangan calon yang didukung Partai Golkar dan Demokrat, Stepanus Malak-Ali Hindom, meraih 90.452 suara atau 25.58%.

Jumlah pemilih di Provinsi Papua Barat mencapai 702.124 orang.

Soal sebaran pemililih, KPU Papua Barat mencatat pasangan Irene-Abdullah tidak menang di satu kabupaten/kota pun. Sementara Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani menang hampir di semua kabupaten di Papua Barat, dan bahkan meraih 100% suara di Kabupaten Pengunungan Arfak yang memiliki 3.138 pemilih.

Kemenangan pasangan Mandacan-Lakotani ini juga terjadi di Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni yang banyak dihuni oleh warga Muslim Papua.

Selain dalam pemilihan gubernur di Papua Barat, sejumlah partai Islam juga mendukung calon kepala daerah nonmuslim dalam Pilkada serentak 2017 ini, yaitu di Maluku, Nusa Tenggara Timur, serta pemilihan bupati/walikota di Papua dan Papua Barat.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Pasangan Dominggus Mandacan- Mohamad Lakotani ( Nasdem, PDIP, PAN) sampai Minggu Malam (19/02) meraih suara lebih dari 58%

'Keadaan darurat'

Memilih calon kepala daerah di wilayah yang mayoritas nonmuslim, menurut Sekjen DPP PPP, Arsul Sani, dimungkinkan. Hal itu sesuai dengan keputusan Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-30 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada 1999.

"Secara prinsip, dalam keadaan darurat dimungkinkan orang Islam pilih pemimpin nonMuslim. Keadaaan daurat itu seperti apa? Misal di satu daeerah tidak ada calon kepala daerah yang Islam, semuanya nonmuslim, sementara PPP punya hak dan kewajiban konstitusional untuk sukseskan pilkada, untuk itu dicari yang paling pas, dilihat komitmen dan perhatiannya terhadap umat Islam," jelas Arsul kepada BBC Indonesia.

Menurut dia, PPP sebagai partai Islam terikat dengan ajaran yang diyakini oleh sebagian besar umat Muslim untuk tidak memilih calon kepala daerah nonmuslim, tetapi di sisi lain sebagai parpol juga harus menghadapi realitas politik.

Dia mengatakan PPP mengusung calon nonmuslim di wilayah Timur Indonesia bukan hanya pada Pilkada 2017. Pada pilkada sebelumnya, partai berlambang Ka'bah itu menyokong figur nonmuslim di Sulawesi dan Kupang, NTT.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Sedikitnya 1.919 personel kepolisian dari Papua Barat, Jawa Timur dan Jakarta mengamankan proses pilkada Papua Barat sampai tujuh hari setelah pemungutan suara.

Di daerah ini, partai-partai Islam mendukung pasangan calon nonmuslim.

  • Pemilihan Gubernur Papua Barat

PKS bersama dengan Hanura, PKB, dan PPP mendukung pasangan calon Irene Manibuy - Abdullah Manaray. Dalam pilkada Papua Barat 2017 ini, pasangan calon gubernur semuanya menggandeng pasangan calon wakil gubernur beragama Islam yang merupakan orang asli Papua. Sementara itu PAN bersama Nasdem dan PDIP, mendukung Dominggus Mandacan - Mohamad Lakotani.

Dalam UU Otonomi Khusus disebutkan syarat kepala daerah di wilayah ini harus merupakan orang asli Papua.

Meski Kristen masih merupakan agama mayoritas penduduk Papua Barat, tetapi jumlah Muslim yang mencapai lebih dari 38% merupakan potensi besar untuk meraup perolehan suara.

  • Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Pasangan calon bupati/wakil bupati, yang merupakan calon tunggal, didukung oleh semua parpol termasuk PKS, Nasdem, PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB dan Hanura.

  • Kabupaten Maybrat, Papua Barat

Pemilihan pasangan calon bupati-wakil bupati, Bernard Sagrim - Paskalis Kocu didukung oleh PDIP, PKS, Golkar dan Nasdem.

  • Kabupaten Dogiyai

Demokrat, PPP dan PKPI menyokong pasangan calon Apedius Mote dan Frenny Anou.

  • Kota Jayapura

Demokrat, PKPI dan PPP mendukung pasangan calon Boy Markus Dawir dan Nur Alam.

  • Kabupaten Jayapura

Golkar, PKS dan PDIP mengusung pasangan calon Ansen Monim - Abdul Rahman Sulaiman.

  • Kabupaten Kepulauan Yapen

Bersama dengan Partai Hanura dan PDIP, PPP dan PBB menyokong Benyamin Arisoy - Nathan Bonay. Sementara PAN dan Gerindra mendukung Simon Atururi - Isak Semuel Worabai.

  • Kabupaten Puncak Jaya

PKB bersama dengan PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra, dan PAN mendukung Yuni Wonda - Deinas Gelley. Adapun partai berbasis Islam lain, PKB, PPP, PBB bersama dengan PKPI mendukung Yustus Wonda - Kirenius Telenggen

  • Kabupaten Tolikara

PAN dan PKS mendukung Amos Yikwa - Robeka Enembe. Sedangkan Hanura, PPP, Golkar dan PDIP mengusung John Tabo - Barnabas Weya.

  • Kabupaten Mappi, Papua

PPP, PKB, Hanura, dan PDIP mendukung pasangan Kristen-Muslim, Kristosimus Yohanes Agawemu - Jaya Ibnu Su'ud. Adapun PBB, Gerindra, dan PAN mencalonkan Edoardus Anoyeng- Andi Amar. Pasangan calon lain Stefanus Kaisma- Mustafa Salam didukung oleh Golkar dan PKS.

  • Kabupaten Lanny Jaya , Papua

Demokrat, PKS, PPP, Nasdem, Hanura, PKPK, PDIP mencalonkan pasangan Befa Yigibalom - Yemis Kogoya.

  • Kabupaten Nduga, Papua

Gerindra, PKB dan PBB mencalonkan pasangan Daniel Lokbere - Las Nirigi. Sedangkan, Golkar, PKS, Demokrat, PAN dan PKPI mencalonkan pasangan Yairus Gwijangge - Wentius Nimiangge

Topik terkait

Berita terkait