Diduga bunuh polisi di Bali, warga Inggris dituntut 8 tahun penjara

hukum, bali Hak atas foto Gita Elhasni
Image caption Teardakwa David James Taylor yang didampingi seorang penerjemah di Pengadilan Negeri Denpasar, pada Selasa (21/02).

Jaksa menuntut hukuman delapan tahun penjara terhadap seorang warga Inggris yang diduga membunuh seorang polisi di Bali.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, hari Selasa (21/02), jaksa mengatakan David James Taylor (34) bersalah.

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran Pasal 170 ayat 2 KUHP mengenai pembunuhan secara bersama-sama," kata Jaksa AA Jaya Lantara.

Hukuman yang diminta jaksa lebih rendah dari ancaman maksimal hukuman pasal tersebut, yaitu 12 tahun penjara.

Saat sidang berlangsung, jaksa menguraikan kembali rincian kejadian pada 17 Agustus 2016 dini hari yang menyebabkan seorang polisi bernama Wayan Sudarsa meninggal dunia di Pantai Kuta.

Menurut jaksa, saat itu Taylor dan kekasihnya, Sara Connor, yang merupakan warga Australia, sedang bermesraan di tepi pantai. Namun, David melihat seseorang mengamati mereka di kejauhan. Saat itu dia pun teringat, tas milik Sara tertinggal di pintu masuk area pantai.

Ia kemudian melakukan pencarian dan kemudian bertemu dengan Sudarsa. Taylor menggeledah Sudarsa karena curiga bahwa tas itu diambil korban. Akibatnya kedua kemudian terlibat dalam perkelahian.

Ketika berkelahi, Taylor yang berada dalam pengaruh alkohol beberapa kali memukul korban dengan teleskop juga dengan telepon seluler hingga korban dikiranya tak sadarkan diri. Namun ternyata kemudian dia mendengar bahwa korban meninggal dunia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sara Connor menyangkal dakwaan dan mengaku ia justru berusaha memisahkan perkelahian Wayan Sudarsa dengan pacarnya, David Taylor.

Usai persidangan, Taylor menolak menjawab pertanyaan wartawan yang meminta tanggapannya.

Ia yang mengenakan baju putih dipadu celana biru pekat langsung berdiri mendekati pengacaranya dan menyampaikan terima kasih dengan senyuman. Setelah itu ia kembali ke sel di Pengadilan Negeri Denpasar dengan pengawalan petugas.

Baik Taylor maupun Sara Connor menghadapi tuntutan di pengadilan.

Pengacara Taylor, Haposan Sihombing menyebut, jaksa mestinya mempertimbangkan fakta bahwa perkelahian itu berawal setelah korban mendorong Taylor hingga terjatuh.

"Jadi ada pengakuan bahwa itu adalah perkelahian dan bukan penganiayaan belaka," ujarnya sebagaimana dikutip wartawan di Bali, Gita Elhasni.

Topik terkait

Berita terkait