Parlemen Belanda mendukung RUU penanaman ganja

Ganja Hak atas foto AP
Image caption Belanda merupakan salah satu negara yang membiarkan penjualan ganda dalam jumlah kecil di warung-warung kopi.

Majelis rendah parlemen Belanda mendukung penanaman ganja dengan selisih suara tipis.

Rancangan undang-undang tersebut akan mengecualikan para penanam ganja profesional dengan kondisi tertentu dari penuntutan kriminal.

Namun RUU masih memerlukan pengesahan dari Senat Belanda.

Belanda merupakan salah satu negara yang membiarkan penjualan ganja dalam jumlah kecil di warung-warung kopi namun menanam ganja dan menjualnya ke warung kopi masih tergolong pelanggaran hukum.

Para warung kopi yang menjual ganja tersebut sering sekali harus membeli pasokan dari jaringan kriminal.

RUU penanaman ganja ini diajukan oleh anggota partai liberal, D66, yang sejak dulu mendukung keringanan hukum.

Hak atas foto AP/Peter Dejong
Image caption Walau masih menunggu pengeshan dari Senat, industri warung kopi sudah menyambut gembira RUU penanaman ganja.

Sebanyak 77 anggota parlemen mendukung RUU dan 72 menolak walau kejaksaan agung mengungkapkan kekhawatiran bahwa pengesahan penanaman ganja akan membuat Belanda dalam situasi bertentangan dengan hukum internasional.

Departemen Kesehatan juga bersikap kritis atas RUU yang diloloskan parlemen pada Selasa (21/02).

Namun jika melihat komposisi suara berdasarkan partai di majelis rendah maka diperkirakan RUU tidak akan mendapat persetujuan dari Senat.

Walau masa depan RUU masih belum jelas, industri warung kopi sudah menyambut gembira langkah yang menurut mereka positif.

"Ini berita baik bagi industri warung kopi karena jika nanti akhirnya disahkan, akan mengakhiri banyak hal yang tidak bisa kami kelola secara nornal dan transparan," kata Joachim Helms, Ketua Persatuan warung Kopi kepada kantor berita Associated Press.

Topik terkait

Berita terkait