Ledakan bom Bandung 'tidak terkait' rencana kunjungan Raja Arab Saudi

polisi Hak atas foto Polda Jabar
Image caption Aparat kepolisian ketika melakukan pengepungan di Kantor Kelurahan Arjuna, Bandung, tempat lokasi terduga pelaku bersembunyi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya sejauh ini belum melihat ada kaitan antara kasus ledakan bom di kota Bandung dengan rencana kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia.

"Kita belum melihat ada hubungannya dengan (rencangan kedatangan) Raja Salman," kata Kapolri Tito Karnavian kepada wartawan, Senin (27/02) di Jakarta.

Sejauh ini, menurutnya, kepolisian masih meyakini bahwa motif peledakan bom di Taman Pandawa di dekat Kantor Kelurahan Arjuna, Bandung, lebih didasarkan keterangan terduga pelaku.

Sebelum dibekuk, demikian laporan kepolisian, salah-seorang pelaku beteriak menuntut agar kawan-kawannya - yang ditahan pasukan elit kepolisian anti-teror, Densus 88 - dibebaskan.

"Sementara motifnya itu, yaitu meminta pembebasan temannya," kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan.

Satu pelaku lainnya kabur

Menurut kepolisian, pelaku ledakan bom setidaknya terdiri dari dua orang. Seorang diantaranya berhasil dilumpuhkan oleh aparat kepolisian setelah yang bersangkutan bersembunyi di Kantor Kelurahan Arjuna.

Adapun seorang lainnya, menurut Kapolri, melarikan diri. "Kita masih mengejarnya," kata Tito.

Hak atas foto Polda Jabar
Image caption Bom panci yang meledak.

Lebih lanjut, Kapolri menyatakan bahwa pelaku peledakan bom di Bandung adalah bagian jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD.

"Kelompo JAD dipimpin oleh Maman Abdurrahman yang kini (menjalani hukuman) di LP Nusa Kambangan," kata Tito menjawab pertanyaan wartawan MetroTV.

"Tapi sel-selnya banyak yang berhubungan dengan Bahrum Naim," tambahnya. Bahrum Naim kini buron dan diduga bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah.

'Melempar kursi'

Sementara, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan terduga pelaku teror mengendarai sepeda motor dan meletakkan panci di atas meja yang ada di sudut lapangan di seberang SD Kresna Pandawa.

Menurutnya, setelah panci meledak, terduga pelaku berlari menuju ke arah kantor Kelurahan Arjuna dengan membawa pisau di tangannya.

"Pelaku melanjutkan aksi terornya, berlari menuju lantai dua kantor Kelurahan Arjuna sambil mengamuk dan melempar kursi ke lantai satu," ungkap Boy.

Setelah bersembunyi di salah-satu ruangan kantor tersebut, pelaku berhasil dilumpukan polisi dengan tembakan.

Polisi sejauh ini belum mengumumkan identitas pelaku, tetapi memastikan bahwa bom yang berdaya ledak rendah itu adalah bom panci.

Berita terkait