Menteri Lingkungan klaim uji coba tas plastik berbayar 'berhasil'

Tas plastik Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Uji coba pembayaran tas plastik di Indonesia dilaporkan mengurangi penggunaan tas plastik sekitar 30% hingga 50%.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, menegaskan bahwa uji coba pembayaran tas plastik oleh konsumen menunjukkan keberhasilan.

Sejak diterapkan Februari 2016 lalu hingga akhir tahun, pembayaran tas plastik sebesar Rp200 oleh konsumen dilaporkan mendorong turunnya penggunaan tas plastik sekitar 30% hingga 50%.

Bagaimanapun upaya itu tidak bisa langsung dijadikan sebagai peraturan yang mengikat, karena masih adanya penentangan.

"Pertama karena ada yang menanyakan akuntabilitas penggunaan dananya. Apakah untuk kampanye (lingkungan) atau untuk apa atau masuk ke pengecer," jelas Siti Nurbaya kepada Nuraki Aziz dari BBC Indonesia, lewat percakapan telepon usai puncak peringatan Hari Perduli Sampah Nasional, di Surabaya, Selasa (28/02).

Sementara Asosiasi Ritel, tambah Menteri Siti, sejauh ini masih menolak untuk dibebani pelaporan admiistrasi bergaya pemerintah dengan alasan sudah sibuk dengan pengelolaan binisnya.

Beberapa persiapan untuk meningkatkan uji coba tersebut sedang dikaji termasuk pendekatan pada sektor produksi yang tidak membebani para konsumen.

Hak atas foto Getty/Jeff J Mitchell
Image caption Konsumen di Indonesia membayar Rp200 jika ingin menggunakan tas plastik di supermarket.

"Jadi produksilah plastik-plastik yang sesungguhnya bukan plastik, misalnya dari nabati, dari rumput laut, atau dari singkong. Jadi hal-hal seperti itu sekarang kita susun, sedang dalam tahap finalisasi untuk tahap regulasinya."

Dalam rangkaian peringatan Hari Perduli Sampah Nasional -yang jatuh pada 21 Februari namun dengan puncaknya pada 28 Februari- dipaparkan pula informasi tentang keterlibatan komunitas dalam pelestarian lingkungan di Indonesia.

"Berdasarkan catatan yang saya terima dari seluruh Indonesia, sebanyak 226 kabupatan dan kota dalam bulan Februari 2017 ini melakukan gerakan kebersihan sampah yang melibatkan atau didukung fasilator, kolaborator komunitas, sebanyak 9.550 komunitas di seluruh Indonesia.,

Hal itu meningkat dari catatan tahun 2016, hanya terdapat 2024 komunitas dari 151 kabupaten dan klota.

"Jadi kita lihat lompatan angkanya tinggi," tegas Menteri Siti Nurbaya.

Topik terkait

Berita terkait