Raja Salman ke Bali, TNI-Polri siapkan penembak jitu dan antiteror

Bali Hak atas foto Gita Elhasni
Image caption Pangdam IX Udayana Mayjen Kustanto Wdiatmoko menyatakan kemungkinan sterilisasi di hotel dan tempat wisata yang akan dikunjungi pemimpin Arab Saudi, Raja Salman dan rombongannya

Menjelang kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi ke Bali, TNI dan Polri telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan, tetapi sampai saat ini belum ada perintah untuk melakukan sterilisasi hotel, pantai serta obyek wisata yang akan dikunjungi.

Pangdam IX Udayana, Mayjen Kustanto Wdiatmoko menyatakan kemungkinan sterilisasi itu akan dilakukan.

"Tapi sampai hari ini belum ada perintah dimana dan kapannya. Nanti kami menyesuaikan saja," kata Kustanto, sekaligus penanggungjawab keamanan selama rombongan Raja Salman berada di Bali, 4-9 Maret, Jumat (03/03), seperti dilaporkan wartawan Gita Elhasni di Bali.

Pihak tim penghubung Kerajaan Arab Saudi, menurut Pangdam, menyampaikan penekanan bahwa kunjungan itu merupakan kunjungan pribadi sehingga kenyamanan tamu yang harus diutamakan.

Ini berbeda dengan kunjungan di Jakarta yang merupakan kunjungan kenegaraan resmi.

"Artinya, disini kita harus lebih pandai untuk menyesuaikan diri," kata Kustanto, yang bertindak sebagai Panglima apel gabungan TNI/Polri di Lapangan Laguna, Nusa Dua, Jumat (03/03).

Hak atas foto Gita Elhasni
Image caption Pengamanan juga akan melibatkan pecalang atau petugas keamanan Desa Adat.

Namun demikian, sambungnya, sejumlah prajurit TNI dan polisi dari satuan khusus tetap akan disiapkan antara lain dari Satuan Anti Teror, Jihandak - termasuk sniper (penembak jitu).

"Soal titik-titik penempatannya, tentu tak bisa saya ungkap disini," katanya.

Keseluruhan pasukan TNI dan Polri ditambah pecalang (pengamanan Desa Adat-red) yang dikerahkan mencapai 2.500 orang. Mereka akan ditempatkan di tiga ring pengamanan dimana tugas utama TNI dan Polri ada di ring satu dan ring dua.

Enam kapal 'jaga' pantai

Pengamanan juga mencakup operasi di laut sejauh satu mil dari pantai, termasuk menempatkan enam buah kapal. Ada juga operasi di udara untuk pengamanan kedatangan raja yang melewati jalur udara.

Adapun untuk pengamanan di bandara akan dilakukan secara khusus, tetapi tidak termasuk pengamanan dalam pesawat yang dilakukan sendiri oleh pengamanan kerajaan.

Pengamanan juga akan melibatkan pecalang atau petugas keamanan Desa Adat. Ketua Pecalang Desa Adat Kampial, Wayan Suadi yang wilayahnya meliputi kawasan Nusa Dua mengaku senang dengan keterlibatan itu .

"Ini sudah biasa kami lakukan bila ada event penting yang dilaksanakan di sekitar Nusa Dua," ujarnya.

Hak atas foto Gita Elhasni
Image caption Pimpinan pecalang di Nusa Dua telah menghimbau agar warga yang tak memiliki kepentingan tidak perlu mendekati area dimana para tamu berada.

Terkait dengan kehadiran Raja Arab itu, menurutnya, sudah ada himbauan agar warga yang tak memiliki kepentingan tidak perlu mendekati area dimana para tamu berada.

Hal itu juga sudah biasa bagi warga di sekitar Nusa Dua, tambahnya.

"Jadi tidak ada yang merasa risih atau terganggu karena disini sadar bahwa pariwisata yang menopang Bali dengan budayanya yang unik," ujarnya.

Raja Salman rencananya akan tiba di pulau Bali pada Sabtu (4/3) malam di Bandara Ngurah Rai.

Kemudian rombongan akan menginap di sejumlah hotel di Nusa Dua, antara lain Hotel ST Regis, Hilton, Laguna dan dan JW Marriot.

Rombongan dikabarkan akan mengunjungi sejumlah obyek wisata, namun belum bisa dipastikan persisnya yang menjadi tujuan mereka.

Berita terkait