Dinyatakan menodai agama tokoh eks Gafatar divonis 3-5 tahun

Gafatar Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Tiga terdakwa eks Gafatar menyebut, putusan hakim itu menunjukkan wajah institusi peradilan yang tidak independen

Sejumlah tokoh yang pernah memimpin Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sudah bubar dibebaskan dari dakwaan makar namun dinyatakan bersalah untuk pasal penodaan agama.

Eks pemimpin Gerakan Fajar Nusantara ( Gafatar) Abdussalam alias Ahmad Mushaddeg dihukum pidana penjara lima tahun setelah dinyatakan terbukti bersalah menista agama.

Namun majelis hakim menyatakan Mushaddeg tidak terbukti melakukan makar. Sebelumnya, jaksa menuntutnya hukuman 12 tahun penjara untuk pasal penistaan agama dan makar.

Vonis lima tahun pidana penjara juga diberikan kepada tokoh eks Gafatar lainnya Mahful Muis, sedangkan terdakwa ketiga Andry Cahya divonis tiga tahun pidana penjara.

Sidang pembacaan vonis eks Gafatar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (07/03) siang, dibuka pukul 14.10 WIB.

Mushaddeg sejak awal mengatakan, persidangan ini penuh keganjilan. Tak heran kalau kemudian tim kuasa hukum menyatakan kecewa terhadap vonis bersalah terhadap tiga kliennya.

"Majelis hakim jelas menutup mata pada seluruh fakta persidangan" kata salah seorang pengacaranya, Pratiwi Febry, usai sidang.

Mereka juga menyebut putusan itu menunjukkan wajah institusi peradilan yang tidak independen.

"Ini merupakan ladang pembantaian bagi mereka yang minoritas dan tertindas," tegas Pratiwi.

Hak atas foto Rosjid
Image caption Pembakaran dan perampasan harta benda milik komunitas Gafatar diserang dan dibakar, dan pelakunya belum diproses.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Abdul Rauf mengatakan, terkait sangkaan penodaan terhadap agama, para petinggi Gafatar itu menyerukan kepada pengikutnya untuk tidak melakukan kewajiban dalam ajaran agama Islam.

"Mereka menganut ajaran Millah Abraham. Mereka menyampaikan kepada pengikutnya bahwa salat, puasa, zakat itu belum saatnya. Karena menurut mereka saat ini masih zaman jahiliyah," ujar Rauf.

Ihwal sangkaan makar, lanjut Rauf, organisasi tersebut telah mendeklarasikan Negeri Karunia Tuan Semesta Alam Nusantara. Deklarasi itu sama dengan berupa sebuah pengakuan negara yang dibentuk kelompok Gafatar.

Topik terkait

Berita terkait