Saksi sidang ke 13: Jika menista, Ahok tak akan bisa pulang dari Pulau Seribu

Ahok Hak atas foto RAMDANI/AFP/Getty Images
Image caption Ahok dalam sidang sebelumnya: Sidang ke-13 kasus Ahok ini berlangsung persis pada hari pertama kampanye putaran kedua pemilihan gubernur Jakarta.

Seorang saksi fakta yang dihadirkan kubu Ahok mengatakan, jika warga Pulau Pramuka merasa ada penistaan agama, pasti gubernur Jakarta itu tak akan bisa pulang.

Bambang Waluyo Djojohadikusumo, politikus Partai Golkar yang ikut dalam acara di Pulau Seribu 27 September 2016 itu mengatakan, justru selesai acara, warga menyuguhi AHok dengan goreng sukun.

"Sukun goreng ini istimewa, karena merupakan adat-istiadat mereka untuk menghormati tamu," kata Bambang. "Jika warga pulau merasa ada penghinaan, Abang (menirukan tuturan warga Pulau Seribu padanya) nggak akan (bisa) keluar Pulau," kata Bambang lagi.

Bambang adalah saksi ketiga yang dihadirkan pengacara Ahok di sidang ke 13 ini. Dua saksi lain adalah Eko Cahyono, bekas pasangan Ahok saat Pilkada Belitung Timur pada 2007, dan Andi Analta Amir kakak angkat Ahok.

Namun, seperti dilaporkan Hilman Handoni, majelis hakim menolak kesaksiannya karena Andi Analta Amir sudah menghadiri sidang-sidang sebelumnya serta menyimak keterangan para saksi lain sebelumnya. Menurut ketentuan, hal ini tidak diizinkan.

Hak atas foto Nibras Nada Nailufar/Kompas.com
Image caption Andi Analta Amir kakak angkat Ahok, ditolak kesaksiannya karena menghadiri sidang-sidang sebelum ini dan mendengar kesaksian para saksi lain.

Bambang mengatakan, ucapan Ahok terkait surat Almaidah dalam pidatonya di Pulau Pramuka itu tidak dimaksudkan sebagai penghinaan, "Secara kontekstual kalimat itu ditujukan untuk para politisi," Ucapan itu katanya konteksnya adalah Ahok meyakinkan warga, "Jangan khawatir, program (pemerintah) ini tidak jalan kalau tidak pilih (Ahok). Program ini terus jalan," kata Bambang.

Pernyataan Ahok soal surat Almaidah menjadi viral setelah video berdurasi singkat dari kunjungannya ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu disebarkan ulang lewat akun Facebook Buni Yani, dengan menambah teks yang dianggap sudah disunting. Video dengan teks dan judul 'Penistaan Agama?' itu memicu kemarahan sebagian kalangan yang kemudian menuntut pemenjaraan Ahok."Melihat setengah (video) itu, (kita) nggak dapat suasana hati orang yang ada di situ," kata Bambang. "Di situ ada keakraban. Mereka (warga) bahkan bercanda," kata Bambang sambil menceritakana lagi kisah suguhan sukun goreng.

Sidang ke-13 kasus Ahok, dilangsungkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, persis pada hari pertama kampanye putaran kedua pemilihan gubernur Jakarta.

Selesai sidang Ahok mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan berkampanye hari ini, "karena waktu persidangan tidak bisa ditentukan," katanya dalam pernyataan singkatnya. Sesudahnya itu bergegas pergi dengan Kijang Innova hitam, didahului satu motor pembuka jalan dan diiringi sebuah mobil lain.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kalangan penentang Ahok kembali menggelar unjuk rasa, dengan mobil mimbar saat sidang ke-13.

Polisi masih menjaga ketat lokasi persidangan, namun tidak seketat persidangan sebelumnya, yang menghadirkan Riziq Shihab sebagai saksi.

Di halaman gedung persidangan, dua kelompok pendukung dan penolak juga masih berunjuk rasa. Beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka telah datang sejak pagi hari. "Ada yang bilang sama saya, apa nggak capek (demonstrasi), saya bilang, nggak. Kami akan terus demo sampai Ahok ditangkap," kata seorang ibu di depan hampir lima ratusan orang massa anti-Ahok.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kalangan penentang Ahok kembali menggelar unjuk rasa, dengan mobil mimbar saat sidang ke-13.

Terpisah sekitar 100 meter, dihalangi pagar kawat, kendaraan berat milik polisi, dan penjagaan anggota polisi, massa pro-Ahok juga terlihat masih bersemangat. Seorang orator dengan lantang menyeru, "Bebaskan Ahok!"

Mereka berunjuk rasa dengan santai. Sesekali menari atau berjoget mengikuti musik yang diputar dari mobil komando, sambil meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Ahok.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Sebagian pendukung Ahok, duduk-duduk santai mendengarkan sidang dari luar gedung.

Sejauh ini jaksa sudah menghadirkan 13 saksi dalam 10 persidangan terakhir dari 12 sidang yang sudah berlangsung.

Menurut tim pengacara Ahok, tiga saksi yang mereka tampilkan, semuanya merupakan saksu fakta yang hadir dalam acara di Pulau Pramuka, 27 September 2016, saat Ahok memberikan pidato yang menyebut-nyebut Al Maidah, yang menyeretnya menjadi terdakwa.

Topik terkait

Berita terkait