Rencana serangan Raja Salman: Kapolri 'benarkan' dugaan keterlibatan WNI

raja salman Hak atas foto MANAN VATSYAYANA/AFP
Image caption Raja Salman Abdulaziz saat bertemu Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membenarkan dugaan keterlibatan seorang warga Indonesia dalam rencana serangan terhadap pemimpin Arab Saudi, Raja Salman Abdulaziz saat berkunjung ke Malaysia.

Bersama empat warga Yaman dan tiga tersangka dari Malaysia, satu orang WNI itu telah ditahan oleh kepolisian Malaysia sebelum Raja Salman dan rombongannya mendarat di Kuala Lumpur.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian Malaysia terkait kasus ini.

"Kita memiliki LO (Liaison Officer)di sana memang berhubungan, dan hubungan kerja sama anti-teror di sana dengan Densus baik sekali. Kalau ada masalah langsung kontek," ungkap Tito kepada wartawan di Bandung, Rabu (08/03), seperti dilaporkan wartawan Julia Azka untuk BBC Indonesia.

Kepolisian Malaysia sejauh ini belum menjelaskan latar belakang serta motivasi di balik rencana serangan tersebut. Jati diri para terduga pelaku juga belum diungkapkan.

Seorang sumber di kepolisian Malaysia kepada Kantor berita Reuters mengatakan bahwa diyakini keempatnya adalah Houthi, tetapi sumber-sumber lain mencurigai mereka adalah bagian dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Kepada wartawan, Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa terduga asal Indonesia itu "bergabung dengan kelompok di Malaysia".

Tanpa menjelaskan latar belakang kelompok tersebut, Tito mengatakan: "Koneksi antara kelompok-kelompok di Indonesia dengan di Malaysia sudah biasa dan sudah lama sekali."

Azahari dan Noordin M Top

Kapolri kemudian mencontohkan hubungan kelompok Indonesia-Malaysia sudah berlangsung semenjak kelahiran dan keberadaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah dan DII/TII.

"Pada saat mereka (DI/TII) diserang, ditekan, mereka larinya ke Sabah, Serawak. Pada saat zaman Jamaah Islamiyah, juga larinya ke Malaysia," ungkapnya.

"Pelaku dari Malaysia juga larinya ke sini (Indonesia)," tambah Kapolri seraya menyebut keberadaan tokoh Jamaah Islamiyah asal Malaysia seperti Azahari dan Noordin M Top, dua warga Malaysia, yang 'lari' ke Indonesia.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa terduga asal Indonesia itu "bergabung dengan kelompok di Malaysia".

Sebelumnya, Kepala kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, kepada para wartawan mengatakan bahwa para tersangka 'berencana menyerang anggota keluarga kerajaan Saudi saat berada di Kuala Lumpur'.

"Kami menangkap mereka pada saat yang tepat," kata Abu Bakar.

Polisi juga menyita sejumlah paspor internasional dan uang senilai US$60.740 dalam beberapa mata uang yang diyakini diperuntukkan untuk kelompok ini.

Abu Bakar menjelaskan bahwa kelompok ini 'juga terlibat dalam perdagangan narkoba'.

Raja Salman membawa anggota delegasi sebanyak 600 orang saat melakukan kunjungan empat hari di Malaysia, sebelum melanjutkan kunjungannya ke Jakarta dan liburan ke Bali.

Berita terkait