Siapa perempuan yang hendak serahkan ratusan puisi kepada Raja Salman?

raja Salman Hak atas foto Reuters
Image caption Dinding dari tongkat bambu dengan kain putih untuk menjaga privasi sudah didirikan di pantai dekat St Regis.

Kepolisian Daerah Bali memastikan dua orang perempuan yang mencoba menerobos pengamanan tempat Raja Salman Abdulaziz menginap di Nusa Dua, Bali, terindikasi mengalami gangguan jiwa.

Kedua perempuan itu kemudian dilepaskan untuk diperiksa lebih lanjut di rumah sakit jiwa setempat, kata Kapolda Bali, Irjen Petrus R Golose, kepada wartawan di Denpasar, Bali, Rabu (08/03), seperti dilaporkan wartawan setempat Gita Elhasni untuk BBC Indonesia.

"Setelah ada pengecekan oleh psikolog dan psikiater, kemudian penggunaan bahasa, kita lihat dan ada keyakinan dari ahli maka mengambil keputusan ada sedikit gangguan kejiwaan," kata Kapolda Bali.

Hak atas foto MANAN VATSYAYANA/AFP
Image caption Raja Salman dan rombongan dipastikan memperpanjang liburannya di Bali selama tiga hari hingga 12 Maret mendatang.

"Mungkin karena masuk media," lanjutnya," sehingga banyak yang berkeinginan untuk datang dan melihat Raja Salman di St Regis."

Salah seorang perempuan, menurut polisi, bernama Dewi Palapa. Perempuan berusia 41 tahun itu berusaha masuk ke Hotel St Regis, Senin lalu, untuk menyerahkan 500 lembar puisi kepada Raja Salman.

'Saya ibu kandung pangeran Arab'

Kepada polisi yang memeriksanya, Dewi mengaku sebagai ibu kandung dua pangeran Arab, demikian laporan media.

Adapun Mariana, 46 tahun, yang mencoba menemui Raja Salman di hotelnya, Selasa (07/03) mengaku eks istri Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta.

Menurut polisi, Mariana mengaku dari Jawa Tengah dengan menggunakan bus sebelum naik ojek menuju Nusa Dua.

Hak atas foto SONNY TUMBELAKA/AFP
Image caption Kepolisian telah bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kodam Udayana untuk melakukan pengamanan di hotel tempat menginap sang raja.

"Jadi bukan ancaman berarti," tegas Kapolda Bali.

Bagaimanapun, menurutnya, pihaknya akan mengoptimalkan pengamanan setelah Raja Salman dan rombongannnya memastikan untuk memperpanjang liburannya di Bali.

Kapolda kemudian mengatakan kepolisian telah bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kodam Udayana untuk melakukan pengamanan di hotel tempat menginap sang raja.

Pasukan Brimob dengan senjata lengkap, pasukan berkuda, Sabhara dan K9 juga dilibatkan dalam pengamanan ini.

Apa yang dikerjakan Raja?

Walaupun hanya menghabiskan waktu di hotel dan pantai serta tidak mengunjungi obyek wisata, Raja Salman digambarkan "sangat menikmati suasana Bali", kata Petrus Golosse.

"Kerja sama yang baik antara kita dengan kearifan lokal, desa adat dan sebagainya, sehingga Raja Salman senang. Kalau tidak senang kan tidak diperpanjang," ujar Petrus.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Walaupun hanya menghabiskan waktu di hotel dan pantai serta tidak mengunjungi obyek wisata, Raja Salman digambarkan "sangat menikmati suasana Bali", kata polisi.

Kemana saja Raja Salman selama berlibur di Bali? Tanya wartawan. "Kalau Raja (Salman) seringnya makan malam di tepi pantai," jelasnya.

Adapun anggota keluarga Raja yang berjenis kelamin perempuan bermain di tepi pantai, demikian kesaksian sejumlah wartawan.

Laporan-laporan media menyebutkan pula anggota rombongan terlihat mengunjungi pusat perbelanjaan dan tempat wisata di Bali.

Raja Salman dan rombongan dipastikan memperpanjang liburannya di Bali selama tiga hari hingga 12 Maret mendatang.

Topik terkait

Berita terkait