Polisi: Mapolda Jabar jadi sasaran peledakan kelompok bom panci

bandung Hak atas foto Khairizal Maris / AP
Image caption Sejumlah polisi berjaga di depan kantor Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, setelah peristiwa peledakan bom panci, 27 Februari lalu.

Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, menjadi sasaran peledakan kelompok Yayat Cahdiyat, pria yang tewas ditembak aparat seusai peledakan bom panci pada 27 Februari lalu, kata polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Polisi, Yusri Yunus, mengungkapkan kesimpulan itu didapat setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap Agus Sujatno alias Agus Muslim alias Abu Muslim dan Soleh Abdurrahman alias Gungun alias Abu Fursan.

Agus Sujanto ditangkap di Gang Libra, Perumahan Benrang Asri, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, pada Selasa (07/03).

Dari tangan pria berusia 28 tahun itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu buah ransel berisi satu rangkaian bom TATP (triaceton triperoxide) paralel di dalam tas pinggang yang tersambung dengan baterai berdaya sembilan Volt.

Ditemukan pula dua botol pembersih lantai yang digunakan untuk campuran pembuatan TATP, satu bilah sangkur, satu lembar ketikan teks Bai'at, dan denah/sketsa Mapolda Jawa Barat.

"Salah satunya sasarannya adalah Mapolda Jawa Barat karena saat penggeledahan di kediaman Agus yang penangkapan tanggal 7 Maret kemarin, itu ditemukan satu bom yang siap aktif yang siap meledak. Selain itu, ada juga denah Mapolda Jawa Barat. Tersangka sudah survei untuk melalukan aksi pengeboman ke Mapolda Jawa Barat," kata Yusri kepada wartawan Julia Alazka, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Hak atas foto Dokumentasi Polda Jabar
Image caption Sejumlah barang bukti yang disita polisi dari tersangka anggota kelompok jaringan Yayat Cahdiyat.

Yusri mengatakan mendiang Yayat dan kelompoknya menaruh kebencian terhadap polisi atau Densus 88 Antiteror yang telah menangkap anggota kelompok mereka. Hal itu juga terungkap, saat penangkapan Yayat di Kelurahan Arjuna. Ketika itu, Yayat menyatakan mencari anggota Densus 88 Antiteror yang telah menangkap teman-temannya.

"Tapi semuanya akan kita dalami untuk mengetahui kemungkinan akan mengarah ke sana atau beberapa kantor-kantor yang lain," ujar Yusri.

Bom panci rakitan

Yusri mengungkapkan, bom panci yang diledakkan di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, 27 Februari lalu., merupakan hasil rakitan Agus dan mendiang Yayat di daerah Kiaracondong, Kota Bandung.

Sementara, kamar kontrakan Agus di Jalan Kebon Gedang, Kota Bandung, yang sempat digeledah 8 Maret 2017 lalu, dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan baku bom. Menurut penuturan warga setempat, keluar bau menyengat khas pembersih lantai dari dalam kamar kontrakan yang baru dihuni Agus selama 1,5 bulan itu.

"Itu kan serbuk-serbuk bahan kimia, jadi bom itu kan bahan kimia. Tapi semuanya sudah kita amankan," ujar Yusri.

Hak atas foto Dokumentasi Polda Jabar
Image caption Rangkaian bom aktif yang ditemukan di tas ransel milik Agus Sujanto alias Agus Muslim alias Abu Muslim, diduga akan digunakan untuk aksi bom bunuh diri.

Sementara itu, Yusri mengungkapkan peran Soleh yang ditangkap di sebuah bengkel motor di Gang Ishaq Wijaya, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, tak jauh dari rumahnya.

Soleh ditangkap karena perannya sebagai pemberi dana untuk membeli bahan baku bom panci.

"Soleh memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada Abu Salam alias Yayat. Tersangka juga mengetahui Abu Salam akan melakukan Amaliya (bom bunuh diri) dengan tujuan markas Densus," ungkap Yusri.

Istri Soleh, Fitri Rosidah, mengaku kaget dengan penangkapan suaminya yang telah memberinya tujuh orang anak itu. Fitri bahkan tidak mengetahui suaminya ditangkap oleh polisi apalagi dengan tuduhan sebagai tersangka teroris.

Fitri mengungkapkan, kegiatan suaminya sehari-hari berjualan susu murni dan memberikan les bahasa Arab. Namun perempuan 28 tahun itu membenarkan bahwa Soleh mengenal Yayat Cahdiyat tahun lalu.

"Kita ketemu di panti asuhan di Bale Endah, sama-sama ngajar di panti asuhan. Isterinya pak Yayat yang ngajar sih," ungkap Fitri kepada wartawan Julia Alazka.

Hak atas foto EPA
Image caption Anggota satuan Gegana bersiap dekat Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, saat peristiwa peledakan bom panci, 28 Februari lalu.

Ditahan

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Polisi, Yusri Yunus, Agus dan Soleh saat ini ditahan di Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Polisi juga telah menangkap isteri Yayat, Cucu, yang ditangkap pada 9 Maret 2017.

Polisi, kata Yusri, masih terus memburu anggota kelompok jaringan Yayat. Yayat merupakan murid Aman Abdurrahman, pemimpin Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

"Namanya teroris itu adalah jaringan yang mungkin saja masih ditarik benangnya lagi masih ada yang lain. Masih kita jalani semuanya, mudah-mudahan secepatnya akan kita ungkap," kata Yusri.

Topik terkait

Berita terkait