Korupsi KTP-Elektronik: Mantan Mendagri Gamawan Fauzi menyangkal

ktp
Image caption Korupsi terkait pengadaan KTP elektronik atau e-KTP mencapai triliunan dan dianggap salah satu yang terbesar di Indonesia,sebesar Rp5,9 triliun.

Pengadilan kasus KTP elektronik yang menghebohkan itu digelar untuk kedua kalinya, kali ini menghadirkan bekas Menteri dalam Negeri Gamawan Fauzi, sebagai saksi.

"Satu rupiah pun saya tidak penah menerima," kata Gamawan Fauzi, dengan menyembut nama Tuhan dalam sidang lanjutan eKTP di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Dalam pengakuan di persidangan, Gamawan menyebut perannya dalam proyek eKTP adalah sebagai pengawas dan memastikan kelancaran proyek.

Dia menjelaskan bahwa segala teknis dan perihal anggaran didelegasikan kepada KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) yang dalam kasus ini adalah mantan Dirjen Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman. Setiap kali ditanyakan mengenai anggaran, Gamawan pun selalu menjawab 'tidak tahu.'

Majelis hakim berkali-kali menanyakan bagaimana anggaran Rp5,9 T untuk proyek eKTP dapat hilang setengahnya (sebesar Rp2,3 T berdasarkan perhitungan BPKP), namun Gamawan tetap berkilah tidak mengetahui apapun perihal anggaran karena sudah didelegasikan kepada KPA.

"Saya minta seluruh rakyat Indonesia tolong doakan saya mati kalau saya menerima satu sen pun", kata Gamawan dengan penuh emosi.

Menurut Gamawan, isu penyalahgunaan dana proyek eKTP ini baru-baru saja disadarinya. "BPK periksa dia kali, setiap tahun. Tidak pernah ditentukan. Yang pernah ada isu lelebihan bayar Rp38 milyar. Itupun sudah diselesaikan."

Dia menjelaskan alasan mengapa memilih PNRI sebagai pemenang tender karena memberikan biaya paling rendah.

"Harga dari tujuh vendor tidak ada yg di bawah Rp7 trilyun. Ini Rp5,9 trilyun. (Yang lain) per lembar Rp21 ribu, ini Rp16 ribu."

Gamawan juga mengaku tidak mengenal Andi Agustinus atau Agus Narogong, orang yang mengatur jalannya proyek dari awal.

Selain Gamawan Fauzi, persidangan hari ini menjadwalkan beberapa saksi lain termasuk mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Namun Agus Marto berhalangan hadir karena harus menghadiri konferensi bank sentral di Swiss.

Berita terkait