Kasus Raja Ampat, Menko Maritim panggil dubes Inggris di Jakarta

kapal Hak atas foto RUBEN SAUYAI / AFP
Image caption Kapal pesiar Caledonian Sky saat berada di perairan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan memanggil duta besar Inggris di Jakarta untuk membahas kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papua.

Dubes Inggris, Moazzam Malik, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan bantuan hukum atas insiden perusakan terumbu karang akibat kandasnya kapal pesiar Caledonian Sky.

"Kami mendukung Indonesia dalam usaha menyelidiki masalah ini dan mencari restitusi untuk kerusakan yang terjadi," kata Dubes Moazzam Malik dalam keterangan yang dikirim ke BBC Indonesia.

"Dengan senang hati kami akan menyediakan saran dan dukungan yang dibutuhkan pihak berwajib untuk proses penyelidikan dan klaim."

Pemilik dan operator kapal Caledonian Sky berbasis di Swedia, sedang perusahaan penjual tiket serta asuransi berbasis di Inggris. Kapten kapal Keith Michael Taylor juga seorang warga negara Inggris.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Arif Havas Oegroseno, menjelaskan masalah ganti rugi sepenuhnya hubungan Indonesia dengan asuransi, "Tidak ada kaitannya dgn kapal atau kapten."

Bantuan hukum dari Inggris akan diperlukan untuk memanggil kehadiran kapten kapal jika cukup terbukti melanggar UU Lingkungan Hidup.

"Menurut UU Lingkungan Hidup, itu ada tanggung jawab pidana. Kalau kami menemukan bukti-bukti yang cukup lalu mengajukan gugatan pidana sementara dia tidak ada di Indonesia, kami akan meminta mutually legal assistance (bantuan hukum dengan pihak luar), salah satunya pemerintah Inggris karena dia (kapten kapal) warga negara Inggris," kata Havas.

"Tapi kalau seandainya dia tidak tinggal di Inggris saat kita membutuhkan kehadiran dia, maka kami akan minta bantuan (dari pemerintah) di mana dia tinggal."

Hak atas foto KKP
Image caption Penyelam menyelidiki skala kerusakan yang ditimbulkan kapal Caledonian Sky di perairan Raja Ampat.

Saat ini pakar dari pihak asuransi sedang melakukan survei bersama (joint survey) dengan perwakilan Indonesia di lokasi kejadian.

Kemenko Kemaritiman saat ini sedang mengevaluasi kebijakan internal dan mencari praktik terbaik atas manajemen kawasan konservasi terkait wisata maritim seperti kawasan Great Barrier Reef di Australia.

Havas menambahkan bahwa kedua pihak juga membicarakan hubungan bilateral di bidang kemaritiman, termasuk di bidang keluatan, terumbu karang, regulasi, zona-zona kawasan maritim, serta kawasan konservasi.

Berita terkait