Mengapa Muslimat NU merangkul Tommy Soeharto ?

NU Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Tommy Soeharto dan Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan para muslimat NU pada Rapimnas 2017 di Jakarta.

Rapimnas Muslimat NU pada Senin (27/3) di Jakarta Pusat ditutup dengan penandatanganan MoU (memorandum kerja sama) dengan Hutomo Mandala Putra, atau yang biasa dipanggil dengan Tommy Soeharto.

Dengan kesepakatan ini, koperasi muslimat NU dapat membeli produk 'Putri Satu Tujuh,' gula produk grup Humpuss milik Tommy Soeharto, dengan harga separuh dari harga pasaran.

Ini pemunculan Tommy yang kedua di acara besar, sesudah peringatan SUpersemar beberapa waktu lalu, yang dihadiri antara lain calon gubernur Jakarta dan calon wakilnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, serta Ketua FPI Moh. Rizieq SHihab.

Apakah ini ayunan langkah berikutnya dari Tommy dan keluarga Soeharto ke arena politik Indonesia, Tommy menjawab, "Tidak ada kaitan dengan politik".

Menarik, dua pemunculan ini, di Masjid At Tien saat Haul Super Semar, dan sekarang di Rapimnas Muslimat NU, melibatkan kelompok-kelompok Islam.

Namun menjawab pertanyaan Mehulika Sitepu dari BBC Indonesia, Tommy mengatakan bahwa tak ada yang khusus dengan hal itu.

"Kebetulan saja, nanti banyak juga yang lain," katanya.

Ia tak bersedia menjelaskan lebih jauh, dengan pihak mana saja ia merencanakan kerjasama lain dalam waktu dekat. "Tunggu tanggal mainnya," katanya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Beberapa waktu belakangan terdengar bahwa keluarga Soeharto ingin kembali ke arena politik Indonesia, namun Tommy berkata, "Tidak ada kaitan dengan politik".

Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama juga berkilah kerja sama tersebut tak ada kaitan dengan politik.

"Muslimat ini umurnya sudah 71 tahun. Koperasinya muslimat sudah ada dari tahun 1979. Induk koperasinya sudah dari tahun 1998. Jadi kalau orang berpikir apa, sekarang saya berpikir bagaimana melayani masyarakat terutama warga muslimat yang sebagian besar di pedesaan dan sebagian besar kurang mampu", jawab Khofifah yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial.

"Kalau kita tidak bisa meningkatkan pendapatan mereka, apa tidak bisa kita mengurangi pengeluaran mereka? Nah kalau sekarang ada produk harganya 50% dari harga pasar tentu harapannya kita akan bisa mengurangi pengeluaran kurang mampu", tambahnya.

"Keluarga kurang mampu itu pengeluaran untuk gula bisa nomor dua atau nomor tiga."

Menjawab pertanyaan wartawan BBC Indonesia apakah kerja sama hanya dilakukan dengan pengusaha Tommy Soeharto, Khofifah berkata, "Ada dari Telkomsel lewat Tcash, itu sistemnya. Ada dari Andrew Tan, itu formatnya. Ini produknya (Putri Satu Tujuh)."

Berita terkait