Longsor Ponorogo: lebih dari 20 orang masih tertimbun

Banjir Ponorogo Hak atas foto HUMAS KEMENSOS
Image caption Para pekerja bantuan saat masih menggunakan alat-alat manual untuk menyingkirkan longsoran tanah, untuk menemukan jasad sejumlah warga.

Lebih dari dua puluh korban longsor di Ponorogo masih belum ditemukan dan dikuatirkan tewas tertimpun longsoran tanah, sementara alat-alat berat yang dibutuhkan untuk menyingkirkan timbunan tanah, masih belum tiba.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi bencana, Minggu (2/4) pagi menyebut, pencarian terus digencarkan, kendati alat-alat berat belum datang."Sesaat setelah kejadian, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) langsung dikerahkan untuk membantu evakuasi," kata Khofifah kepada wartawan.

Menurut Khofifah, Tagana yang dikerahkan untuk bergabung dengan tim lain, bertugas mendirikan dan mengelola dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan logistik korban bencana dan serta relawan. "Dari data sementara Kemensos, hingga kini masih ada 28 orang korban yang tertimbun, sementara yg berhasil selamat yaitu sebanyak 20 orang luka ringan dan tiga orang luka berat. Adapun jumlah rumah yang tertimbun material longsor sebanyak 32 rumah," katanya.

Hak atas foto PMI
Image caption Longsor menghancurkan sejumlah rumah dan kendaraan.

Proses evakuasi yang dilakukan secara manual karena alat-alat berat belum datang, dihentikan Sabtu (1/4) malam, dikarenakan faktor cuaca yang tak mendukung, kondisi tanah masih terus bergerak dan tidak adanya penerangan karena jaringan listrik mati.

Dalam perkembangan lain, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satui jenazah yang tertimbun, setelah sebelumnya menemukan seorang korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia. Diperkirakan 26 orang masih tertimbun longsor. 

Material longsoran memanjang dari bukit sekitar 800 meter, dan tinggi sekitar 20 meter. Setidaknya 23 rumah terdampak oleh longsor: sebagian tertimbun se[enuhnya, sebagian rusak berat dan sebagian rusak biasa. 

Hak atas foto HUMAS KEMENSOS
Image caption Korban yang berhasil diselamatkan dalam longsor Ponorogo.

Longsor terjadi Sabtu (1/3) ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 WIB, menyusul hujan lebat sehari sebelumnya. Sebagian masyarakat sempat menyelamatkan diri ke tempat yg lebih aman. Pada pukul 08.00 WIB, terdengar suara gemuruh dan longsoran tanah bergerak vepat menerjang 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang.

Sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri. 17 orang luka-luka, namun 28 orang dicemaskan tertimbun, plus 15 orang pekerja panen jahe.

Siang ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelar jumpa pers tentang penanganan longsor Ponorogo.

Topik terkait

Berita terkait