Gay berpegangan tangan dianiaya, warga Belanda turun ke jalan

Para pengunjuk rasa saling berpegangan tangan menunjukkan solidaritas. Hak atas foto AFP
Image caption Para pengunjuk rasa saling berpegangan tangan menunjukkan solidaritas.

Serangkaian unjuk rasa berlangsung di sejumlah kota Belanda untuk mendukung pasangan gay yang diserang pekan lalu, diduga karena mereka saling berpegangan tangan.

Unjuk Rasa berlangsung di Arnhem, kota tempat terjadinya insiden itu, serta Eindhoven dan Den Haag.

Sekitar 2.500 orang terlibat dalam unjuk rasa di Arnhem - sebagian melambaikan bendera pelangi, lambang gerakan hak-hak LGBT.

Di antara para pengunjuk rasa terdapat pasangan gay yang menjadi korban serangan itu, Jasper Vernes-Sewratan dan Ronnie Vernes-Sewratan.

Jasper tampil mengucapkan terima kasih kepada pengunjuk rasa dan berkata "Anda telah membuat kami bisa melewati pekan yang mengerikan ini," katanya seperti dilaporkan kantor berita Prancis AFP.

Pasangannya, Ronnie Sewratan-Vernes, yang giginya rontok dalam peristiwa itu karena diserang dengan alat pemotong baut, menangis selama unjuk rasa itu, AFP menambahkan.

Hak atas foto EPA
Image caption Ronnie Sewratan-Vernes (kiri) dan Jasper Vernes-Sewratan (kanan) menyampaikan terima kasih pada para pengunjuk rasa atas dukungan mereka.

Setelah kisah yang mereka alami muncul di media, orang-orang Belanda, gay maupun bukan, menunjukkan dukungan dengan mengunggah foto-foto mereka yang saling berpegangan tangan dengan sesama pria di media sosial untuk melawan homofobia.

Hak atas foto Cancer Center UMCU
Image caption Dua orang dokter di Universitas Utrecht berpose saling bergandengan tangan: "Karena cinta dan kasih sayang adalah hak semua orang."

Gambar-gambar para lelaki saling berpegangan tangan itu dibagikan melalui tagar #handinhand dan #allemannenhandinhand (semua orang bergandengan tangan).

Media melaporkan, lima remaja sudah menyerahkan diri kepada polisi terkait serangan itu, dan muncul di pengadilan pada hari Kamis.

Topik terkait

Berita terkait