Dideportasi dari Turki, politisi PKS yang ditahan Densus 'tak terkait ISIS'

boy rafli
Image caption Polri tegaskan Muhammad Nadir Umar tidak terkait dengan ISIS.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar, yang dideportasi dari Turki pada Kamis (06/04) lalu dan ditahan Detasemen Khusus 88 (Anti Teror) dinyatakan tidak terkait dengan kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS.

Sebelumnya, anggota DPRD kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu ramai diberitakan bersangkut paut dengan ISIS.

"Tidak ada persangkaan pidana. Dia hanya terkait pelanggaran visa (saat di Lebanon)," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Senin (10/04).

Nadir Umar tiba di Istanbul pada Minggu (02/04) dan terbang ke Lebanon pada Selasa (04/04). Politikus PKS Aboe Bakar Al Habsyi menyebut rekannya itu terbang ke Lebanon membawa uang $20.000 atau sekitar Rp270 juta.

"Dana itu akan diberikan kepada anak-anak Palestina dan Suriah yang mengungsi di Lebanon. Jumlahnya tidak besar," kata Al Habsyi saat konferensi pers bersama dengan Polri, Senin (10/04).

Image caption Politikus PKS Aboe Bakar Al Habsyi menyebut dana yang dibawa Nadir Umar untuk membantu pengungsi Palestina di Lebanon.

Namun, setibanya di ibukota Lebanon, Beirut, Nadir Umar tidak diperbolehkan keluar bandara karena "tidak memiliki visa".

"Dia pikir bisa masuk menggunakan visa on arrival, tetapi tidak bisa," lanjut Al Habsyi. Nadir Umar pun dikembalikan ke Istanbul, diperiksa di sana dan dideportasi ke Indonesia.

Dibebaskan

Penjemputan Muhammad Nadir Umar oleh Densus 88 di Terminal II Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, Sabtu (08/04), disebut Polri bukanlah hal yang berlebihan.

"Sudah sesuai aturannya, bagi WNI yang dideportasi dari Turki dan tempat-tempat lain yang mencurigakan, untuk dijemput Densus 88," kata Boy Rafli.

Boy menyebut, hasil interogasi pada Nadir Umar, tidak ditemukan keterkaitan politisi PKS itu dengan jaringan terorisme.

Image caption Polri dan PKS melaksanakan konferensi pers bersama terkait Muhammad Nadir Umar.

Selain itu Polri juga tidak melihat adanya potensi pencucian uang dari dana $20.000 dollar yang dibawanya. "Itu uang dari yayasan (Qouri Umah), dikumpulkan dari bantuan umat. Mereka punya program kepedulian membantu korban dari Palestina di pengungsian di Lebanon," jelas Boy.

Muhammad Nadir Umar pun akan dipulangkan ke Pasuruan, Senin (10/04) sore ini.

Berita terkait