Kasus Kim Jong-nam: Jaksa belum lengkapi bukti terkait Siti Aisyah

Siti Aisyah Hak atas foto MOHD RASFAN/AFP/GETTY
Image caption Siti Aisyah dalam persidangan pertama.

Kuasa hukum Siti Aisyah, warga Indonesia yang didakwa terkait kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, mengajukan keberatan karena jaksa penuntut umum Malaysia belum dapat melengkapi berkas bukti-bukti kasus dalam sidang Kamis (13/04) di Kuala Lumpur.

Dalam persidangan, jaksa mengatakan masih memerlukan waktu untuk melengkapi bukti-bukti yang dapat memperkuat dakwaan mereka terhadap Siti dan seorang warga Vietnam, Doan Thi Huong, seperti disampaikan Wakil Duta besar Indonesia untuk Malaysia, Andreano Erwin, kepada BBC Indonesia.

Dalam sidang Kamis ini, kuasa hukum Siti Aisyah mengajukan keberatan.

"Lawyer kami menyampaikan keberatan atau complaint. Harusnya dari awal pihak kepolisian sudah memberikan informasi kepada kami, hal-hal apa saja yang mereka miliki seperti CCTV, atau laporan post-mortem meninggalnya Kim Jong-nam atau hal lain terkait investigasi polisi terkait Siti Aisyah," jelas Andreano.

Menurut Andreano, dalam sidang pertama awal Maret lalu, jaksa juga belum menyerahkan bukti yang lengkap untuk memperkuat dakwaannya terhadap Siti Aisyah dan Doan.

Dalam persidangan, hakim kemudian memberikan waktu kepada jaksa untuk melengkapi alat bukti di pengadilan rendah ini, dan akan kembali menggelar sidang pada 30 Mei.

"Jadi dalam persidangan tadi, jaksa masih memerlukan beberapa tambahan alat bukti, yang saat ini masih disusun oleh kantor kejaksaan bersama dengan investigation officers atau polisi yang melakukan investigasi dalam kasus ini, " jelas Andreano.

Dalam sidang kedua ini, Siti Aisyah bersama dengan warga Vietnam, Doan Thi Huong muncul di pengadilan dengan menggunakan rompi anti peluru berwarna biru.

Hak atas foto POLISI MALAYSIA
Image caption Siti Aisyah dan Doan Thi Huong terancam hukuman mati jika terbukti bersalah.

Siti Aisyah bersama dengan warga Vietnam, Doan Thi Huong, didakwa sebagai pelaku pembunuhan Kim Jong-nam dengan ancaman hukuman mati. Siti dan Doan dituduh membekap wajah Jong-nam dengan cairan kimia di Bandara Kuala Lumpur pada Februari lalu.

Polisi Malaysia menyebutkan Jong-nam tewas sekitar 20 menit setelah terkena cairan kimia. Dalam keterangan kepada polisi dan KBRI Malaysia, Siti awalnya menduga cairan itu merupakan minyak untuk bayi dan tindakannya itu merupakan bagian dari sebuah acara lelucon televisi.

Dua perempuan ini dituduh berperan dalam pembunuhan Jong-nam bersama dengan empat pria, yang diidentifikasian polisi Malaysia sebagai warga Korea Utara yang meninggalkan Kuala Lumpur sehari setelah pembunuhan. Sebuah nota dari Interpol sudah diterbitkan untuk mencari empat orang ini, seperti diberitakan AFP.

Hak atas foto AFP
Image caption Kim Jong-nam tewas tak lama setelah diracun.

'Siti merupakan korban'

Siti Aisyah merupakan perempuan asal Banten, yang mengaku bekerja sebagai model di Malaysia.

Insiden yang dialami Siti Aisyah merupakan korban dari kasus pembunuhan politik tingkat tinggi, dan perdagangan manusia yang biasa menggunakan perempuan sebagai pelaku di lapangan.

Berdasarkan keterangan pengacaranya kepada Migrant Care, disebutkan Siti tidak memiliki motif untuk melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong-nam.

"Tidak mungkin Siti Aisyah punya motif untuk membunuh tanpa punya tendensi atau ada orang yang memintanya seperti itu. Dan saya kira, kalaupun terbukti Siti Aisyah melakukan, dia tentu tak voluntary melakukan. Ada desakan dan tekanan dan saya kira itu yang harus dijadikan pertimbangan bahwa dia adalah korban," kata Wahyu.

Dia berharap penyidik polisi Malaysia dan pembela yang disewa pemerintah memiliki kecermatan yang tinggi untuk benar-benar mengungkap kasus ini.

Dia khawatir adanya kecenderungan sidang hanya untuk Siti dan Doan, dan tidak mencari otak pembunuhan ini.

Kasus ini sempat menyebabkan ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara namun akhirnya dicapai kesepakan dan warga Malaysia akhirnya boleh pulang ke Kuala Lumpur sementara warga Korea Utara yang sempat ditahan dan dimintai keterangan oleh polisi Malaysia juga sudah kembali ke Pyongyang.

Topik terkait

Berita terkait