Ucapkan selamat pada Anies Baswedan, Ahok akui kekalahan

BBC Indonesia Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Ahok mengajak para pendukungnya untuk tak larut dalam kesedihan atas kekalahan ini.

Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan wakilnya, Djarot Syaiful Hidayat mengucapkan selamat pada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang sudah menyampaikan pidato kemenangan sebelumnya.

Ahok mengatakan, Anies Baswedan adalah gubernur Jakarta terpilih, yang harus dihormati, termasuk oleh para pendukungnya, lapor Mehulika Sitepu dari BBC Indonesia.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kemenangan, Anies Baswedan mengatakan akan berkomitmen menjaga kebhinekaan dan persatuan di Jakarta dalam pidato awal kemenangan berdasar hasil hitung cepat.

Di depan para pendukung dan wartawan, didampingi wakil gubernur Djarot Syaiful Hidayat, Ahok mengajak untuk melupakan semua ketegangan dan luka kampanye.

"Ke depan, kami ingin, semua lupakan semua (saling serang) kampanye selama Pilkada. Jakarta adalah rumah kita bersama," katanya.

"Kami mengerti, para pendukung, tentu kecewa. Tetapi tak perlu terlalu dipikirkan," tambah Ahok, sembari menyampaikan bahwa kekuasaan itu diberikan dan diambil sesuai kehendak Tuhan.

Dia mencontohkan pengalamannya dalam pemilihan kepala dareah di Bangka Belitung tahun 2007 juga kalah.

Yang menjadi fokusnya sekarang, katanya, adalah menuntaskan berbagai pekerjaana tersisa dalam masa jabatan hingga Oktober.

"Dalam enam bulan tersisa, masih banyak PR yang harus kami selesaikan. Kami akan bekerja cepat dan sembaiak-baiknya, semoga bisa diteruskan. Sehingga beban untuk Pak Anies dan Pak Sandi bisa lebih ringan. Sekali lagi, selamat untuk Pak Anies dan Pak Sandi."

Hak atas foto Reuters
Image caption Anies Baswedan akan menjadi gubernur baru Jakarta.

Sementara itu, Anies tampil tiga kali di hadapan wartawan: di markas PKS, di kediaman Prabowo dan di markas Partai Gerindra.

Dalam berbagai kesempatan itu ia mengaku masih menunggu hasil akhir pemungutan suara resmi dari KPUD, seperti dilaporkan Sri Lestari dari BBC Indonesia.Namun, hal itu hanyalah soal formalitas, karena hasil hitung cepat dari sembilan lembaga survei dengan suara masuk sudah lebih dari 90%, menunjukan kemenangan pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno dengan selisih belasan persen, yang tidak mungkin bisa dibalikkan keadaannya.

Pengumuman kemenangan didahului oleh pidato Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, partai utama pengusung Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Prabowo Subianto mengatakan hasil quick count menunjukkan Jakarta mendapatkan gubernur dan wakil gubernur baru.

"Ini kemenangan seluruh rakyat Jakarta. Ini kemenangan demokrasi dan kita tentu tak lepas dari dukungan tokoh nasional," kata Prabowo.

Ia pun memanggil sejumlah tokoh seperti mantan Ketua Gokar Aburizal Bakrie yang disebutnya sebagai mentor politik Anies-Sandi, bekas Ketua MPR Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Perindo Harry Tanoesudibyo.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Anies Baswedan memberikan pidato kemenangan awal di depan sejumlah wartawan.

Anies Baswedan yang berbicara sesudah Prabowo mengatakan, kemenangan ini bukan merupakan ujung dari sebuah ihktiar.

"Ikhtiar kita yang kita lakukan bukan sekedar pemenangan dalam pilkada tapi mengembalikan keadilan bagi rakyat Jakarta," katanya.Anies Baswedan juga berusahan menenangkan kecemasan sejumlah pihak atas dukungan yang diperolehnya dalam Pilkada ini dari berbagai kalangan radikal yang dinilai anti-keberagaman.

"Kita berkomitmen bukan hanya menjaga kebhinekaan tapi menjaga persatuan di Jakarta. Kita ingin rayakan kemerdekaan dan merayakan persatuan pada saat yang bersamaan," kata Anies.

Ia menyebut, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat adalah lawan mereka dalam kontes gubernur ini, namun bukan musuh.

Pasangan Anies, Sandiaga Uno mengatakan akan melakukan rekonsiliasi dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaya Purnama - Saiful Djarot Hidayat mulai hari ini.

Topik terkait

Berita terkait