Banjir bunga untuk Ahok, ungkapan terima kasih atau 'gagal move on'?

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Karangan bungan untuk Ahok, dipuja tapi juga dicerca.

Karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama terus berdatangan di Balai Kota sejak pria yang biasa disapa dengan sebutan Ahok itu kalah dalam Pemilihan Gubernur, 19 April lalu.

Jumlahnya, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Oki Budhi, lebih dari 100 karangan.

Menurut seorang pengantar karangan bunga, situasi itu tak pernah terjadi sebelumnya. Padahal, harga satu unit karangan bunga tidak bisa dibilang murah, yakni berkisar antara Rp500.000 hingga Rp3 juta.

"Hari ini ada 20 lebih karangan bunga yang saya kirim ke Balai Kota, ini baru dari satu tukang bunga. Masih banyak tukang bunga lain yang juga kirim. Selama saya jadi tukang bunga belum pernah ada kiriman bunga seperti ini ke Balai Kota saat pergantian Gubernur," ujarnya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption 'Dari kami yang patah hati'

Selain jumlahnya yang sedemikian banyak, isi tulisan dalam karangan bunga tak kalah menarik.

Karangan bunga yang dikirim atas nama Lambe Nyinyir TarQ IPA 01, misalnya, berbunyi, 'Tahukah Bapak, hati kami masih pilu. Tetap semangat ya pak. We love you!'

Ada pula karangan bunga yang tidak disertai nama dan alamat pengirim yang jelas. 'Dari kami yang patah hati, ditinggal saat lagi sayang2(-sayang)nya', demikian identitas salah satu pengirim.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption 'Hati kami masih pilu'

Kepada Kompas.com, Ahok mengaku bingung atas arus kiriman karangan bunga ini.

"Ya aku juga nggak tahu bagaimana mau ngeremnya nih," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/04).

Hak atas foto dokumentasi
Image caption Sejumlah warga Jakarta memenuhi Balai Kota untuk menyampaikan terima kasih dan simpati pada Ahok yang kalah dalam Pilkada lalu.

Suzie Sudarman, salah seorang dosen di Universitas Indonesia, mengaku mengirimkan karangan bunga kepada Ahok karena 'merasa sangat kehilangan'.

"Saya sedih, kita kehilangan seorang figur yang baik," kata Suzie kepada BBC Indonesia, Rabu (26/04).

Ketika ditanya soal sejumlah kebijakan Ahok yang dinilai banyak kalangan merugikan rakyat kecil, seperti penggusuran, Suzie mengatakan 'itu memang harus dilakukan untuk kebaikan'.

"Normalisasi sungai itu penting untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir," ujarnya. Selain dari individu, ada juga karangan bunga dari lembaga, bahkan kelompok pengusung dan relawan.

Salah satunya, Partai Solidaritas Indonesia, partai politik baru, yang terang-terangan mendukung Ahok dalam Pilkada tempo hari. PSI tak ragu untuk menyinggung langsung kekalahan di Pilkada dalam karangan bunga mereka.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption 'Untuk Jakarta yang pernah kece'
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Karangan bunga untuk Ahok berjajar di Balai Kota Jakarta

Mubazir

Di sisi lain, kalangan anti-Ahok memandang pengiriman karangan bunga untuk Ahok adalah suatu kesia-siaan.

Dalam akun Facebook BBC Indonesia, Zulman Koto menulis, "Daripada mubazir duitnya buat karangan bunga, mending beliin sembako. Bagiin sembakonya buat rakyat... Jangan pas pilkada doang bagi-bagi sembakonya.."

Adapun seorang netizen bernama Khansa Safika menyoroti kesedihan pendukung Ahok. "Kasi(h)an gagal move on," tulisnya.

Namun pengguna lain, Bayyu Ravicky memandang peristiwa ini dari sisi berbeda. "Baru ngeliat seseorang turun jabatan dapat karangan bunga sebanyak ini..."

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Lebih dari 100 karangan bunga diletakkan di dalam kompleks Balai Kota Jakarta
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Sejumlah karangan bunga tidak jelas pengirim dan alamatnya.

Beberapa komentar lain di Facebook BBC:

Andi Baalbeck: Rejeki pengusaha karangan bunga lagi bagus..... Alhamdulillah

Cahyadi Khuchay: Kompak Berduka cita padahal masih jabat hingga oktober

Dudi Ahmad: NGIRIM KARANGAN BUNGA SENDIRI, HEBOH HEBOH SENDIRI. MIRIP KASUS SEJUTA KTP GHOIB 😂 😂 😂

Abu Najla Bin Chomsi: Karangan bunga dari fans untuk idolanya adalah hal yang wajar.. bukan istimewa dan bukan pula membuahkan sebuah bukti atau referensi data yg (yang) bisa digunakan sebagai landasan berhasilnya siapa pun itu... adanya karangan bunga atau tidak ada maka tidak memberikan perubahan.. hanya sebagai bentuk terima kasihnya fans kpd idolanya.. .hanya itu. .tidak lebih... semoga sukses..

Beret Ta Gak: Mungkin rakyat kecil ngirim karangan bunga !!! Rakyat kecil itu gak tau namanya karangan bunga gak ngerti ! pake beli sembako aja udah susah !! Biasanya yg suka ngirim karangan bunga itu pengembang pengusaha2 besar!!!

Hak atas foto BBDOKUMENTASI

Abdul Kadir: Bukti bahwa ahok banyak di dukung masyarakat ekonomi menengah ke atas. Rakyat kecil mana sanggup beli bunga...,

Bayyu Ravicky: Harusnya yg dapet karangan bunga kan yg baru aja terpilih, kok bisa"nya malah pak ahok yaa,?? Aahh bikin iri aja.. Baru ngeliat seseorang turun jabatan dapat karangan bunga sebanyak ini...

WahyuEden: Karangan bunga dari muslim maupun non muslim adalah bukti Ahok lebih dicintai dp penggantinya...

Hensu Jaya: Kan tercatat dalam sejarah ....

Tina Sirait: Ahok is a miracle to DKI also NKRI (Ahok adalah keajaiban untuk DKI juga NKRI).

Topik terkait

Berita terkait