Anies ditetapkan jadi gubernur Jakarta terpilih, Ahok tak hadir

ANies Sandi Hak atas foto KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Image caption Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik Oktober mendatang.

Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, tak menghadiri rapat pleno KPUD yang menetapkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD Jakarta, Sumarno mengatakan rapat pleno penetapan pemenang Pilkada ini dilakukan setelah KPU DKI Jakarta mendapatkan kepastian dari Mahkamah Konstitusi.

"Setelah mendapatkan kepastian dari Mahkamah Konstitusi bahwa tidak ada pengajuan keberatan terhadap hasil dan tahapan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Ketua KPUD Jakarta, Sumarno.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, ditetapkan bahwa pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih tahun 2017-2022 adalah Anies Baswedan- Sandiaga Uno," katanya disambut tepuk tangan para pendukung pasangan nomor urut tiga itu.

Hak atas foto Noval/Detikcom
Image caption Pertemuan pertama Anies Baswedan dan Ahok, sehari setelah Pilkada.

Pasangan calon yang hadir dalam acara ini hanyalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang menjadi gubernur terpilih. Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, serta wakilnya, Djarot Saiful Hidayat tidak hadir.

Ahok dan Djarot sudah menyatakan tidak akan hadir, sejak siang sebelumnya.

"Enggak (datang) lah," kata Ahok di Taman Menteng tanpa menjelaskan alasan lebih lanjut, sebagaimana dikutip Kompas.

Bersamaan dengan aksi 505

Namun penetapan itu kebetulan bersamaan dengan Aksi 505, yang digelar para tokoh anti-Ahok yang bernaung di bawah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia, GNPF MUI.

Aksi 505 dimulai dengan salat Jumat (05/05) dan berujung dengan aksi jalan kaki ke Mahkamah Agung untuk menuntut agar hakim menjatuhkan hukuman berat pada Ahok dalam sidang kasus penistaan agama.

Pembacaan vonis rencananya akan dilangsungkan pada Selasa (09/05) mendatang dengan tuntutan jaksa agar Basuki Tjahajau Purnama dijatuhui hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun.

Ketua KPUD mengungkapkan, hasil penghitungan keseluruhan suara di Provinsi DKI Jakarta menunjukkan pasangan Ahok-Djarot memperoleh 2.350.366 suara atau sekitar 42.04%, dan pasangan Anies-Sandi memperoleh 3.240.987 suara atau sekitar 57.96%.

Berita terkait