Djarot akan gantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta

Ahok Hak atas foto DOKUMENTASI BBC INDONESIA
Image caption Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidyat langsung menemui Ahok di Penjara Cipinang.

Setelah hakim memutuskan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama bersalah dalam kasus penodaan agama dan harus dipenjara selama dua tahun, Kementerian Dalam Negeri akan memproses pengalihan jabatan gubernur kepada Djarot Saiful Hidayat.

Dalam keterangan kepada wartawan, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, menyatakan pihaknya akan meminta salinan putusan sidang kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Dari salinan yang akan kami terima, pemerintah akan mengambil langkah selanjutnya untuk tahap pemberhentian Pak Ahok, kemudian tahap menunjuk Wagub (Djarot Saiful Hidayat) sebagai pelaksana tugas (Gubernur DKI Jakarta) sampai Oktober," kata Tjahyo.

Pengalihan jabatan Gubernur DKI Jakarta dari Ahok ke Djarot, menurut Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gajah Mada, Prof Dr Miftah Toha, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam administrasi negara. Jika gubernur tidak bisa melaksanakan tugasnya, maka wakil gubernur yang menggantikan," kata Miftah.

Miftah kemudian memberi contoh ketika Joko Widodo menjadi presiden pada 2014. "Saat itu, Ahok yang kemudian menggantikan menjadi gubernur."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat, usai menemui Ahok di Rutan Cipinang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah mengatur mengenai tata cara pemberhentian kepala daerah.

Pasal 66 huruf C menyebutkan, "Wakil kepala daerah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara."

"Karena itu, tidak ada masalah dalam pengelolaan pemerintahan DKI Jakarta. Djarot yang akan menjabat gubernur sementara," kata Miftah.

Meski demikian, menurutnya, tidak akan ada pemilihan wakil gubernur lantaran periode penyerahan jabatan kepada gubernur-wakil gubernur yang baru tinggal lima bulan.

Masih tunggu proses banding

Djarot sendiri tidak banyak menanggapi tentang dirinya yang, menurut undang-undang, harus menggantikan Ahok.

"Mari kita tunggu saja prosesnya. Ini masih naik banding. Saya sendiri siap mengemban tugas, apapun itu," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.

Djarot mengatakan saat ini dirinya menanggapi vonis terhadap Ahok bukan dalam konteks gubernur-wakil gubernur.

"Menurut saya, itu bukan soal gubernur-wakil gubernur, tapi sebagai sahabat. Ketika seorang sahabat sakit, kita turut bersedih," kata Djarot.

Topik terkait

Berita terkait