Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kembalikan berkas kasus Rizieq Shihab ke Polda Jabar

Rizieq Shihab Hak atas foto AFP
Image caption Ada tujuh perkara pidana yang membelit Rizieq Shihab, termasuk kasus dugaan penodaan Pancasila.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengembalikan berkas perkara dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama Soekarno yang menjadikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai tersangka ke penyidik Polda Jawa Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi, mengatakan pengembalian itu disebabkan berkas-berkas belum lengkap, yang dikenal dengan istilah P19.

"P19, hari ini kita akan kembalikan ke penyidik Polda Jabar," ujar Setia kepada wartawan di kantor Kejati Jabar, Kota Bandung, Selasa (16/05).

Setia menjelaskan, ada beberapa syarat formil dan materiil yang harus disempurnakan dalam berkas yang diterima Kejati Jabar pada 2 Mei 2017 lalu itu.

Syarat formil adalah untuk melihat niat tersangka, sedangkan materiil untuk melihat subtansi pasal yang menjerat tersangka. Untuk syarat formil ada 10 butir yang harus dilengkapi, sedangkan syarat materiil, sembilan butir.

"Kelengkapan formil itu terkait dengan tanggal-tanggal dalam berkas perkara yang harus disempurnakan dan disesuaikan dengan perbuatan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan sebagai tersangka. Kemudian, ada nama-nama, terkait juga keterangan ahli yang harus disempurnakan," jelas Setia.

Setia mengatakan tidak ada batas waktu bagi penyidik untuk menyempurnakan berkas perkara tersebut. Tapi ia berharap, penyidik Polda Jabar bisa segera melengkapi persyaratan yang kurang, agar bisa diajukan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Mudah-mudahan dengan petunjuk yang diberikan oleh jaksa, penyidik bisa segera untuk menyempurnakan," ujarnya, sebagaimana dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka.

Hak atas foto MAST IRHAM/EPA
Image caption Rizieq Shihab mengklaim berbagai laporan terhadap dirinya menimbulkan kesan adanya "kriminalisasi ulama".

Pengembalian berkas perkara kasus dugaan penodaan Pancasila dan dugaan pencemaran nama Soekarno mengemuka seiring dengan kedatangan Sukmawati Soekarnoputri sebagai pelapor kasus tersebut. Sukmawati ditemui langsung oleh Kepala Kejati Jabar, Setia Untung Arimuladi.

Pertemuan dilakukan tertutup dan berlangsung sekitar 40 menit.

"Tadi sudah saya jelaskan bahwa untuk sempurnanya berkas perkara agar jaksa bisa mempertanggungjawabkan di pengadilan," kata Setia.

Kepada wartawan, Sukmawati mengatakan akan bersabar menunggu berkas itu sempurna.

Hak atas foto Julia Alazka
Image caption Sukmawati Soekarnoputri menanyakan perkembangan kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama Soekarno yang melibatkan Rizieq Shihab ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Sukmawati mengomentari kepergian Rizieq Shihab ke luar negeri. Menurutnya, sebagai seorang yang bertanggung jawab, pemimpin FPI itu mestinya menghadapi proses hukum yang ada.

"Ya harusnya sebagai seorang yang bertanggung jawab, yang sedang di dalam proses hukum, tahu apa yang harus dihadapi, dilakukan," ujar Sukmawati.

Dihubungi melalui telepon selular, Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan penyidik akan berusaha melengkapi berkas perkara sesuai dengan petunjuk kejaksaan.

Jika memang diperlukan, Rizieq Shihab bisa dipanggil lagi untuk diperiksa.

"(Penyidik akan) melengkapi. Tinggal nanti petunjuknya apa yang suruh dilengkapi lagi. Tersangka bisa dipanggil lagi untuk diperiksa," kata Martinus.

Topik terkait

Berita terkait