Gunung Sinabung meletus, semburan material capai 4 kilometer

Gunung Sinabung Hak atas foto BNPB
Image caption Masyarakat pun diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara kembali meletus dengan menyemburkan material vulkanik mencapai ketinggian 4 kilometer, pada Sabtu (20/05), seperti disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG masih ditetapkan dalam status awas, dengan potensi letusan susulan yang masih tinggi.

Masyarakat pun diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara - Timur Gunung Sinabung

"Masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah. Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus. Parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetao tinggi sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung," seperti disampaikan Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima BBC Indonesia.

Sutopo juga mengatakan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung untuk mewaspadai bahaya lahar. Bendungan alam yang terbentuk di hulu Sungai Laborus juga dikhawatirkan akan jebol jika tidak mampu menampung air/lahar.

Dia mengatakan BPBD Kabupaten Tanah Karo akan segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Hak atas foto BNPB
Image caption Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG masih ditetapkan dalam status awas

Meski menurut catatan ada 7.214 jiwa atau 2.038 kepala keluarga masih berada di depalan pos pengungsian, namun hanya 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian, sementara lainnya berada di luar posko pengungsian.

Pemda Kabupaten Karo telah mengalokasikan APBD sebesar Rp 1,5 milyar untuk penanganan pengungsi. Sementara Kementerian PUPR masih membangun hunian sementara sebanyak 348 unit yang tersebar di empat lokasi, dengan dana siap pakai dari BNPB sebesar Rp 27,8 milyar.

Hunian sementara itu ditargetkan akan rampung dan dapat digunakan pada minggu ketiga Juni.

Berita terkait