Salah satu terpidana pencambukan Aceh mengaku 'ketakutan'

aceh Hak atas foto Reuters
Image caption Keduanya, yang berusia 20-an tahun awal, ditangkap setelah warga setempat menggerebek kamar sewa mereka saat melakukan hubungan seks.

Pasangan gay yang ditangkap melalui penggrebekan masyarakat beberpa waktu lalu, akan dihukum cambuk 85 kali di depan umum di Aceh.

Keduanya, yang usianya di awal 20-an tahun, ditangkap setelah warga setempat menggerebek kamar sewaan mereka saat melakukan hubungan seks.

Wartawan BBC Rebecca Henschke dan Oki Budhi bertemu dengan salah seorang terpidana di penjara di Kota Banda Aceh, sebagai wartawan pertama yang bertemu sang terpidana.

Dia amat ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar. Badannya kurus, pucat, dan sebagian kulitnya memerah. "Para tahanan mengintimidasi kami ketika kami berbicara kepadanya," kata Rebecca.

Sebelum warga setempat menerobos pintu kamar sewanya, dia adalah mahasiswa fakultas kedokteran tahun terakhir: cita-citanya menjadi dokter. Kini dia diberitahu bahwa universitas sudah mengeluarkannya.

Video penggerebekan yang menunjukkannya dalam keadaan telanjang digunakan sebagai bukti atasnya. Sementara itu, belum ada keluarga yang mengunjunginya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Lokasi pencambukan sudah disiapkan di depan sebuah masjid di Kota Banda Aceh, Selasa (23/05) pagi.

"Saya amat tertekan," katanya.

Setelah dua bulan dipenjara, dia malah lega pencambukan akhirnya akan berlangsung.

"Saya hanya ingin pencambukan selesai dan kembali kepada keluarga," katanya.

Kasusnya dan kasus pacarnya membuat komunitas LGBT di Banda Aceh cemas.

"Itu menakutkan dan saya pikir kami seharusnya lebih hati-hati, saya kira sebaiknya lebih berhati-hati tentang perilaku saya di masyarakat. Itu bisa terjadi pada saya dan itu membuat saya takut," ungkap salah-seorang anggotanya.

Hak atas foto Junha
Image caption Hukum cambuk yang akan digelar Selasa (23/05) adalah yang pertama atas pasangan gay di Aceh, namun komuntasi LGBT khawatir ini bukan yang terakhir.

Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, bertekad untuk menghalau gay ke luar dari Aceh.

"Yang saya maksud adalah saya ingin menyelamatkan generasi mendatang. Bayangkan akan seperti apa jika seluruh dunia suka pada sesama jenisnya dan penyakit menyebar ke seluruh dunia," kata Illiza.

Bagaimana jika gay yang tinggal di Aceh sepanjang hidupnya ini merasa ketakutan, dan apa pesan Anda kepada mereka? Tanya BBC.

"Kami tidak membenci mereka sebagai manusia, yang kami benci adalah yang mereka lakukan."

Hukum cambuk atas perbuatan yang didefinisikan 'maksiat' sudah berkali-kali dilakukan terhadap pasangan heteroseksual yang terpergok atau digerebek sedang melakukan hubungan seks.

Adapun hukum cambuk yang akan digelar Selasa (23/05) adalah yang pertama atas pasangan gay di Aceh, namun komuntasi LGBT khawatir ini bukan yang terakhir.

Berita terkait