Kuasa hukum Ahok resmi cabut permohonan banding

Veronica Tan Hak atas foto GOH CHAI HIN
Image caption Veronica Tan ketika membacakan surat yang ditulis Ahok dari penjara.

Keluarga dan kuasa hukum Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menyatakan secara resmi mencabut pengajuan banding atas putusan majelis hakim pengadilan Jakarta Utara dalam kasus penodaan agama.

Pencabutan permohonan banding sudah diajukan salah-seorang kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (23/05). Pada 9 Mei lalu, majelis hakim menjatuhkan hukuman dua tahun pidana penjara kepada Ahok.

Salah seorang kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera mengatakan setelah mencabut permohonan banding, keluarga dan kuasa hukum saat ini belum akan melakukan langkah hukum yang lain.

"Belum sampai ke sana, kita belum berpikir ke sana, tahapannya biar saja dulu melaksanakan putusan, ada apa, apakah ada ditemukan hal yang lain, baru upaya hukum lain akan digunakan, sabar dulu kita lihat proses yang ini," jelas Teguh.

Dia mengatakan kuasa hukum menghormati dan tidak dapat mengintervensi keputusan jaksa yang juga mengajukan banding atas putusan majelis hakim.

"Upaya hukum tetap ada oleh jaksa," kata Teguh.

Muatan politis

Meski mencabut permohonan banding, Kuasa hukum dan juga adik kandung Ahok, Fify Letty Indra menyatakan Ahok tidak melakukan penistaan agama, dan menilai kasus penodaan agama yang dialami Ahok lebih besar muatan politisnya.

"Perkara ini lebih kuat muatan politisnya dibandingkan hukumnya, jaksa penuntut umum sudah membuktikan tidak terbuktinya pasal 156 penodaan agama tidak terbukti sama sekali di pengadilan dan 156 a itu tidak terbukti sama sekali di pengadilan, yang terbukti adalah 156 penghinaan atas golongan tertentu saja, itu menurut kami tak terbukti juga karena golongan yang mana itu tidak dijelaskan," kata Fifi.

Meski mencabut banding, kuasa hukum Ahok akan tetap mengajukan permohonan untuk penangguhan penahanan.

"Kami mengajukan penangguhan atau pengalihan jenis penahanan dari tahanan penjara menjadi kota atau rumah," kata Wayan Sudirta.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP
Image caption Ahok diputus bersalah dan divonis hukuman dua tahun penjara oleh Majelis hakim PN Jakatra Utara.

Ahok putuskan tak banding

Kuasa hukum Teguh Samudera menyatakan keputusan untuk mencabut permohonan banding diambil oleh Ahok sendiri.

""Itu yang menjadikan landasan yang sangat asasi bagi Pak Basuki Tjahaya Purnama mencabut permohonan bandingnya, atas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan mohon doanya, agar apa yang telah diambil putusan merupakan putusan yang terbaik untuk bangsa dan negara," jelas Teguh.

Kuasa hukum Ahok yang lain, I Wayan Sudirta mengatakan pencabutan permohonan banding itu merupakan sikap Ahok yang mengalah demi kepentingan banyak orang.

"Jangan sampai ada yang mengatakan ahok itu takut, kalau bela bangsa, negara, bela Pancasila itu tak ada takutnya, tapi pak Ahok suka mengalah untuk hal-hal yang memang untuk kepentingan umum.... Jangan katakan Pak Ahok kalah karena ditunggu oleh bangsa ini," kata Wayan Sudirta.

Hak atas foto TIMUR MATAHARI/AFP/Getty Images
Image caption Aksi lilin untuk solidaritas bagi Ahok digelar di Bandung 13 Mei 2017.

Sementara itu, Veronica Tan mengatakan keluarga akan mendukung keputusan Ahok.

"Kami anak-anak dengan keluarga akan mensupport bapak menjalankan hukuman ini, seperti yang sudah disebutkan pengacara semua dan dari keluarga kita juga tahu biar bapak jalankan ini saja, untuk kepentingan semua, untuk kepentingan bersama, dalam arti kita tak akan memperpanjang lagi, kita akan menjalankan apa yang diputuskan saja, dan kita akan mensupport dan mendukung bapak untuk menjalankan ini".

'Ahok minta relawan hentikan unjuk rasa'

Dalam keterangan pers di Jakarta, istri Ahok, Veronica Tan membacakan surat yang ditulis Ahok dari rumah tahanan di markas Brimob Kelapa Dua Depok yang berisi alasan pencabutan memori banding.

Melalui surat yang ditujukan pada para relawan, Ahok menyatakan telah menerima putusan pengadilan.

"Saya tahu tak mudah bagi saudara untuk menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya, tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini, jika untuk kebaikan kita berbangsa dan bernegara," tulis Ahok dalam surat yang dibaca Veronica sambil menangis.

Hak atas foto GOH CHAI HIN/AFP
Image caption Para pengunjuk rasa pendukung Ahok dihadang polisi anti huru hara, di depan Pengadilan Tinggi Jakarta, 12 Mei lalu.

Ahok juga meminta agar para pendukungnya untuk menghentikan unjuk rasa menuntut pembebasannya, dengan alasan khawatir ada pihak yang menunggangi.

"Saya khawatir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita," jelas Ahok.

Dia juga mengatakan unjuk rasa yang dilakukan malah akan merugikan warga DKI Jakarta dari sisi ekonomi dan kemacetan.

Berita terkait