Mabes Polri: 'Serangan bom Kampung Melayu mungkin terkait ISIS'

Halte Kampung Melayu Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/Getty Images
Image caption Dua ledakan bom panci menewaskan lima orang, tiga diantaranya polisi dan dua diduga sebagai pelaku ledakan

Kepolisian Indonesia mengungkapkan kemungkinan serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu terkait dengan jaringan global kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam atau ISIS, seperti disampaikan juru bicara Mabes Polri Kombes Awi Setiyono.

Namun, polisi mengatakan penyidik masih mendalami identitas dan kaitan para pelaku bom Kampung Melayu dengan jaringan internasional.

"Kalau ditanya jaringan ISIS ya kemungkinan besar mereka ada hubungannya, tetapi masih kita dalami karena ini memang jaringan internasional, bahwa teror global itu kan mereka kan mungkin ada hubungan ke ISIS," jelas Awi usai konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/05).

Dia juga belum mau menyebutkan nama kelompok jaringan teror para pelaku, tetapi bom panci di Kampung Melayu ini memiliki kemiripan dengan bom panci yang meledak pada Februari lalu di Bandung.

"Dari jenis bomnya, ini termasuk lebih sempurna dari kemarin yang tak jadi meledak," jelas Awi.

Bom panci di Bandung yang meledak di Taman Pandawa di Bandung, Jawa Barat pada 27 Februari lalu. Bom di Bandung diledakkan oleh Yayat Cahdiyat asal Puwakarta Jawa Barat. Pelaku kemudian melarikan diri ke Kantor Kelurahan Arjuna dan dilumpuhkan aparat kepolisian.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Sejumlah polisi memeriksa potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan bom.

Dalam keterangan persnya, Kepada Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan dalam olah TKP ditemukan sejumlah benda yang diduga merupakan bagian dari bom dan juga struk pembelian panci.

"Barang bukti yang ditemukan di TKP beberapa potongan tubuh, lempengan alumunium, serpihan kain, serpihan ransel, pakaian atau atribut korban, material yang diduga bahan bom, kabel switcher, casing HP, KTP, foto kopi KTP, dan struck pembelian panci di sebuah minimarket di Padalarang," jelas Setyo.

Setyo juga memastikan ledakan bom terjadi dua kali, yang pertama di toilet dan kedua di halte bus Transjakarta Kampung Melayu.

Keterangan saksi dari kepolisian mengatakan bom pertama meledak pada pukul 21.00 WIB, dan saksi yang mendekat ke lokasi mencium bau yang menyengat dan kepulan asap putih.

Hak atas foto POLDA METROJAYA
Image caption Bom meledak di halte Bus Transjakarta di Kampung Melayu.

Lalu ketika saksi berupaya menolong anggota polisi yang menjadi korban, ledakan kedua terdengar sekitar pukul 21.05 WIB, dengan jarak sekitar 10 meter dari lokasi pertama.

"Saksi kemudian merasa sakit pada telinga akibat tekanan udara yang sangat kuat," jelas Setyo.

Sebelumnya, polisi mengatakan dua ledakan bom panci menewaskan lima orang, tiga diantaranya polisi dan dua diduga sebagai pelaku ledakan. Polisi mengatakan masih menyelidiki identitas pelaku ledakan.

Berita terkait