Bom Kampung Melayu terkait serangan kota Marawi?

Bom Kampung Melayu Hak atas foto Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images
Image caption Bom bunuh diri itu menyebabkan tiga petugas polisi meninggal dunia dan dua pelaku serangan tewas.

Sesudah serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu yang menyebabkan tiga polisi meninggal dunia dan dua penyerangnya tewas dan melukai 10 lainnya sudah diidentifikasi, seorang pakar terorisme menyebut Indonesia harus mewaspadai serangan lain yang dilakukan orang-orang yang terinspirasi kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Kepada wartawan, juru bicara Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan kedua pelaku diduga merupakan anggota Jamaah Ansyar Daulah, yang juga disebut-sebut sebagai pihak di balik serangan bom Sarinah, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sejak jumpa pers pertama di lokasi dua bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, polisi sudah menyebut-nyebut kemungkinan kaitan serangan itu dengan dua peristiwa internasional.

Yakni serangan bom bunuh diri di penghujung konser Ariana Grande di Manchester, Inggris, yang menewaskan 22 orang, dan pendudukan Kota Marawi di Filipina Selatan.

Serangan Manchester, Inggris, diklaim oleh ISIS, sementara pendudukan Marawi dilakukan oleh ratusan gerilyawan pro-ISIS.

Hak atas foto Donal Husni/NurPhoto via Getty Images
Image caption Juru bicara polisi, Irjen Setyo Wasisto, menjelaskan temuan-temuan sementara tentang serangan Kampung Melayu.

Polisi menyebut, para pelaku merupakan bagian dari Jamaah Anshar Daulah yang berkiblat ke ISIS, namun belum memberikan rincian lebih jauh. Sementara sejumlah rumah di Bandung yang disebut-sebut milik keluarga para terduga pelaku, sudah dijaga dan digeledah polisi.

Berikut percakapan Ging Ginanjar dengan pakar terorisme Asia Tenggara, dan direktur Intitute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), Sidney Jones.


Seberapa kredibel pernyataan polisi yang mengaitkan serangan di Kampung Melayu ini dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS?

Saya kira sangat kredibel, karena cuma kelompok-kelompok pro-ISIS yang ingin melakukan kekerasan dengan bom di Indonesia sejauh ini.

Namun sejauh ini belum ada pengakuan apapun dari kelompok mana pun.

Tidak, tapi saya kira beberapa indikasi yang akan diumumkan dalam waktu dekat, sudah ada benang merah ke kelompok-kelompok sebelumnya.

Hak atas foto Ed Wray/Getty Images
Image caption Polisi belakanagan menjadi sasaran nomor satu untuk serangan teroris.

Polisi menyebut ini bagian dari suatu serangan global, dan menghubungkannya dengan serangan di Manchester dan penyerbuan kota Marawi, Filipina. Apakah kaitan-kaitan ini masuk akal?

Saya kira tak langsung. Karena memang tidak mungkin, dalam waktu 24 jam atau 48 sam, bisa disiapkan suatu rencana pemboman dengan matang.

Hubungannya, mungkin adalah menjelang bulan puasa, ada usaha lebih keras dari semua cabang ISIS untuk melakukan sesuatu. Tahun lalu, pada bulan Mei, menjelang bulan puasa ada himbauan dari jubir ISIS untuk melakukan amaliah atau aksi jihad dengan metoda apa saja, di mana saja.

Dan bahwa jika tak bisa hijrah ke Suriah, lakukan saja di negara masing-masing.

Hak atas foto CHOO YOUN-KONG/AFP/Getty Images
Image caption Sidney Jones adalah pakar yang banyak meneliti terorisme Asia Tenggara.

Apakah ini serangan yang berdasarkan instruksi atau terinspirasi dari gerakan atau seruan ISIS?

Masih belum bisa dipastikan, namun kemungkinan besar terinspirasi, bukan karena petunjuk atau arahan secara langsung.

Serangan ini menelan tiga nyawa dan melukai banyak lainnya, padahal sebelumnya dianggap jaringan teror Indonesia makin lemah. Jadi apakah berati sebetulnya mereka tak melemah seperti yang banyak dianggap selama ini?

Sebetulnya menurut saya, kelompok-kelompok di Indonesia memang sudah agak lemah karena jaringan mereka terus dibongkar polisi. Tetapi mungkin itu juga yang menjadi dorongan bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka masih eksis. Bahwa targetnya polisi, itu sejak tahun 2010: polisi menjadi sasaran nomor satu kelompok-kelompok ini.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Sejumlah polisi memeriksa potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan bom.

Polisi mengakui sudah tahu akan ada serangan, tapi terjadi juga. Apakah mereka kecolongan?

Saya kira di negara-negara mana pun yang ada jaringan teror, sulit sekali mengikuti setiap anggota jaringan. Mungkin saja polisi sudah tahu bahwa akan ada sesuatu yang terjadi karena jaringan pro-ISIS baik dari Jamaah Anshar Daulah (JAD) maupun jaringan Bahrum Naim dipantau secara intensif. Hanya, sulit sekali memprediksi secara persis (kapan dan di mana serangan). Itu ciri khas terorisme: ada yang dinamakan element of surprise, elemen kejutan.

Seberapa kuat jaringan JAD dan lain-lain itu sekarang?

Kita tidak tahu dengan pasti. Tapi ada sel-sel di seluruh Indonesia. Kalau kita lihat penangkapan-penangkapan selama tahun 2017, memang ada orang dari Banten, Tegal, Poso, Makasar, bahkan Bengkulu. Jadi saya kira memang jaringannya tetap ada.

Namun dibandingkan dengan Thailand, Filipina, atau negara lain di Asia Tenggara, Indonesia lebih bisa me-manage ancaman-ancaman itu dibanding negara-negara lain. Kita lihat apa yang terjadi di Marawi, di Filipna, saya kira luar biasa besarnya. Suatu kelompok pro-ISIS dengan pasukan ratusan orang bisa menguasai suatu kota. Itu tak bisa terjadi di Indonesia.

Apa yang bisa dipetik dari pendudukan Kota Marawi, di Filipina Selatan, yang berbatasan langsung dengan provinsi Sulawesi Utara?

Itu harus menjadi semacam wake up call bagi Indonesia. Sampai saat ini, selama 18 bulan belakangan ini, sudah tercatat ada orang Indonesia yang berangkat ke Mindanao untuk berjihad atau beli senjata, atau ikut latihan.

Dan memang ada rumour, ada orang Indonesia yang ikut serta di dalam kelompok Maute yang meyerbu dan menguasai kota Marawi. Tidak banyak, tiga atau empat orang, tapi ini harus diteliti lebih jauh.

(Polisi menyebut, bom yang digunakan dalam dua serangan di Kampung Melayu itu adalah bom panci. Ini jenis bom yang digunakan dalam serangan , pada 27 Februari laluoleh Yayat Cahdiyat asal Puwakarta Jawa Barat, yang kemudian tewas ditembak polisi setelah melarikan diri ke Kantor Kelurahan Arjuna. Bom panci juga ditemukan dalam penggerebekan di Beka.)

Mengapa bom panci jadi pilihan utama para pelaku serangan bom bunuh diri belakangan ini?

Bom panci dipilih, karena bahan-bahan yang diperlukan untuk merakit bom sangat sederhana, bisa didapat di mana saja. Dulu di sebuah majalah produksi Al Qaida, Inspire, ada artikel berjudul, 'Bagaimana membuat bom di dapur ibunda'. Dan artikel itu sangat populer, karena bahan-bahan yang ditawarkan sangat gampang dibeli di toko-toko biasa.

Bagaimana dengan potensi serangan lain di masa depan?

Potensi serangan lain cukup besar. Saya kira kalau jaringan masih ada. Kalau ada orang di Suriah yang menginspirasikan, atau kalau masih ada orang seperti Bahrum Naim yang kasih petunjuk langsung melalui media sosial, kalau ada ratusan orang yang dideportasi dari Turki yang ingin menyeberang ke Suriah dari Turki dan ditangkap aparat pemerintah Turki dan sekarang merasa frustrasi.

Maka ada unsur-unsur yang menjadi dasar untuk suatu serangan baru.

Topik terkait

Berita terkait