Tahanan Palestina di penjara Israel akhiri mogok makan

palestina Hak atas foto AFP
Image caption Aksi mogok makan dipimpin oleh Marwan Barghouti, seorang pemimpin Palestina yang dihukum penjara seumur hidup oleh Israel terkait lima dakwaan pembunuhan.

Lebih dari 1.000 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel mengakhiri aksi mogok makan massal yang dilancarkan untuk memprotes kondisi tahanan.

Pejabat Israel mengatakan langkah yang disepakati di awal bulan suci Ramadhan itu terjadi menyusul kesepakatan bahwa para tahanan berhak atas dua kunjungan keluarga per bulan, tidak hanya satu kunjungan saja.

Aksi mogok makan dipimpin oleh Marwan Barghouti, seorang pemimpin Palestina yang dihukum penjara seumur hidup oleh Israel terkait lima dakwaan pembunuhan.

Barghouti disebut-sebut merupakan calon penerus Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Menurut dinas penjara Israel, aksi mogok makan diikuti 1.187 tahanan Palestina.

Tahanan politik

Mogok makan dimulai pada tanggal 17 April, yang merupakan Hari Tahanan Palestina yang digelar setiap tahun oleh Palestina untuk mengingat sanak saudara yang ditahan.

Penahanan orang-orang Palestina di penjara-penjara Israel merupakan sumber ketegangan yang terus berlanjut antara kedua belah pihak.

Orang-orang Palestina menganggap mereka sebagai tahanan politik. Banyak yang divonis untuk dakwaan melakukan serangan terhadap orang Israel, selain berbagai tindak pidana lainnya.

Ada pula yang ditahan di bawah apa yang disebut Penahanan Administratif, yang memungkinkan tersangka ditahan tanpa dakwaan selama enam bulan.

Menurut kelompok-kelompok Palestina, hingga akhir tahun lalu, terdapat sekitar 7.000 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Berita terkait