Polri mendapat nama tujuh WNI yang dicari di Filipina

Marawi, Indonesia Hak atas foto Camp Vicente Garcia Alagar
Image caption Foto empat WNI yang dicari di Filipina diterbitkan oleh Kepolisian Nasional Filipina (PNP) di Facebook.

Kepolisian Republik Indonesia sudah mendapat informasi dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) tentang tujuh warga negara Indonesia yang dicari di negara itu.

"PNP telah merilis bahwa ada tujuh orang warga negara Indonesia yang patut diduga terlibat di dalam aksi terorisme di kota Marawi, Filipuna selatan," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, kepada wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar pada Rabu (31/05).

Ketujuhnya masuk ke Filipina secara legal antara November 2016 serta Maret dan April tahun 2017.

Kombes Sitompul menambahkan polisi masih melakukan penelusuran lebih mendalam atas ketujuh orang tersebut serta aktifitas mereka selama di Indonesia.

"Kami belum bisa sampaikan sekarang tapi mereka sudah kami dapatkan informasi tempat tinggal, tanggal lahir, dan nomor paspor."

WNI yang dicari Kepolisian Filipina itu adalah Anggara Suprayogi, Yayat Hidayat Tarli, Al Ikhwan Yushel, Yoki Pratama Windyarto, Muhammad Ilham Syahputra, Mochammad Jaelani Firdaus, dan Muhammad Gufron.

Sementara Muhammad Ilham Syahputra -menurut militer Filipina- diduga meninggal dunia dalam pertempuran di Marawi, "Tapi sampai sekarang belum ditemukan ditemukan jasadnya," tutur Kombes Sitompul.

Hak atas foto EPA/FRANCIS R. MALASIG
Image caption Pos-pos pemeriksaan didirikan di sekitar Marawi menyusul serangan kelompok Maute.

____________________________________________________________________

WNI yang diduga berada di Filipina selatan dan bergabung dengan jaringan teroris

  1. Al Ikhwan Yushel - lahir Palembayan 01 November 1991, berangkat ke Filipina 28 Maret 2017
  2. Yayat Hidayat Tarli - lahir Kuningan 25 April 1986 - berangkat ke Filipina 15 April 2017
  3. Anggara Suprayogi - lahir Tangerang 26 Desember 1984 - berangkat ke Filipina 15 April 2017
  4. Yoki Pratama Windyarto - lahir Banjarnegara 17 September 1995 - berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017
  5. Mich Jaelaani Firdaus - lahir Bekasi 17 mei 1991, berangkat ke Filipina 7 Maret 2017
  6. Muhamad Gurfon - lahir Serang 20 Oktober 1993, berangkat ke Filipina 7 Maret 2017
  7. Muhamad Ilham Syahputra - lahir Medan, 29 Juli 1995, berangkat ke Filipina 29 November 2016

Sumber: Divisi Humas Polri

______________________________________________________________________

Sementara juru bicara PNP untuk Provinsi Lanao del Sur -yang ibu kotanya adalah Marawi- Lemuel Gonda menjelaskan kepada BBC bahwa mereka mendapat informasi dari Atase Kepolisian di KBRI bahwa empat warga Indonesia yang masuk ke Filipina tahun lalu masih belum keluar dari Filipina.

Gonda mengatakan kepada pembantu lepas BBC Indonesia di Filipina, Aurora Almendral, bahwa PNP pertama kali mendapat keterangan tentang keempat warga Indonesia itu di kota Butig di Lanao del Sur pada November tahun lalu.

Hak atas foto AFP/TED ALJIBE
Image caption Militer Filipina mengevakuasi sekelompok warga di sebuah kampung di pinggiran Marawi, Rabu (31/05)

Dia menampahkan bahwa laporan-laporan intelijen Indonesia meyakini bahwa keempat WNI yang tiba pada November tahun lalu tersebut bergabung dengan kelompok radikal Islam, Maute, yang terinspirasi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Namun Gonda tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut tentang keterkaitan keempatnya dengan kelompok militan Maute.

Berdasarkan sebuah sumber intelijen Filipina, yang dikutip kantor berita Reuters, dari sekitar 400-500 milisi Maute yang menyerang Marawi, Selasa (23/05) pekan lalu, sebanyak 40 orang berasal dari luar negeri.

Mereka itu antara lain berasal dari Indonesia, Malaysia, dan sedikitnya masing-masing satu orang dari Pakistan, Arab Saudi, Chechnya, Yaman, India, Maroko, dan seorang pengguna paspor Turki.

Sedikitnya 19 warga sipil tewas dalam pertempuran antara tentara pemerintah Filipina dan kelompok militan Islam di Marawi.

Topik terkait

Berita terkait