Para WNI dari wilayah ISIS sudah diketahui keberadaannya

Pengungsi, Ain Nissa Hak atas foto DELIL SOULEIMAN/AFP/Getty Images
Image caption Sejumlah pengungsi yang tiba di Kamp Ain Nissa, 50 km dari Raqqa.

Seluruh 16 orang Indonesia yang diselamatkan dari 'ibukota' ISIS di Raqqah, sudah diketahui keberadaannya dan akan segera dipulangkan.

"KBRI Bagdad dan KBRI Ankara telah berhasil mengetahui posisi 16 WNI tersebut yang saat ini berada di sekitar Kamp (pengungsi) Ain Issa, Suriah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, menjawab pertanyaan BBC Indonesia.

Sekarang, lanjut Arrmanatha, "KBRI sedang melakukan koordinasi secara intensif dengan aparat keamanan di kamp pengungsi tersebut, terkait upaya pemulangan."

Kemlu juga mengatakan sebelumnya, bahwa KBRI di Baghdad sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan intelijen di Irak untuk proses serah terima 16 WNI yang ada di Raqqa.

Dalam keterangan lain sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, para WNI itu akan ditampung terlebih dahulu di KBRI Bagdad atau Ankara sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia.

Nantinya, setibanya di Indonesia, orang-orang Indonesia tersebut akan diserahkan ke Polri 'untuk dilakukan screening lebih jauh,' dan dilihat seberapa besar penanganan lanjutan yang diperlukan oleh Polri."

"Kami sudah punya SOP dengan Densus 88, dengan Polri, bahwa semua orang yang dipulangkan karena terindikasi -meskipun dia belum bergabung- (kelompok bersenjata) begitu dia tiba di tanah air langsung kita serah terimakan ke Polri. Apalagi ini sudah pernah masuk dan bergabung di ISIS," papar Iqbal.

Hak atas foto Kantor berita ANHA
Image caption Beberapa WNI yang tiba di kamp Ain Issa setelah berhasil meninggalkan Raqqa, yang masih dikuasai ISIS.

Kamp pengungsi Ain Issa terletak sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.

Mereka meninggalkan Indonesia dan masuk ke Raqqa, umumnya melalui Turki, karena terbujuk oleh berbagai janji hidup indah di bawah suatu pemerintahan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau lebih dikenal sebagai ISIS.

Namun mereka menemukan kekecewaan besar. Sehari-hari mereka mengalami dan melihat kekejaman dan kekejian yang sangat berbeda dengan 'gambaran indah' yang mereka temukan dalam video-video propanda ISIS di internet.

Hak atas foto AFP
Image caption Banyak keluarga pendatang ingin meninggalkan Raqqa sejak 10 bulan lalu karena ternyata kehidupan di bawah kekuasaan ISIS berbeda dengan yang mereka lihat di internet.

Nur, seorang perempuan berusia 19 tahun, kabur dari Raqqa setelah dikejar-kejar milisi ISIS yang ingin menjadikannya sebagai istri.

"Yang mereka bicarakan hanya soal perempuan," kata Nur.

Adapun Leefa, perempuan WNI berusia 38 tahun, keluar dari Raqqa karena janji ISIS untuk memberikan layanan operasi gratis terhadap masalah kesehatan yang dideritanya layanan kesehatan gratis, ternyata meleset.

Pemerintah Indonesia mengatakan sekitar 500-600 WNI ada di Suriah saat ini. Sekitar 500 orang lagi mencoba masuk, tapi dideportasi sebelum tiba di kawasan yang dikuasai ISIS.

Berita terkait