Jakarta tergolong paling buruk di dunia soal harga sewa hunian

apartemen dan slum Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/Getty Images
Image caption Apartemen-apartemen itu diperuntukkan bagi kelas menengah -tapi tetap tak terjangkau bagi kebanyakan orang, sementara masyarakat bawah hidup di hunian kumuh.

Ternyata sewa apartemen hunian di Tokyo, Beijing atau Sydney lebih terjangkau daripada di Jakarta, papar sebuah situs pencarian apartemen yang berbasis di AS dalam sebuah laporan baru.

Kelompok RENTCafé mengatakan bahwa rata-rata keluarga yang tinggal di Jakarta harus mengeluarkan lebih dari sepertiga pendapatan tahunan mereka untuk membayar uang sewa.

Studi tentang keterjangkauan perumahan menempatkan Jakarta di peringkat 19 dari 30 kota dan digolongkan sebagai cukup membebani -moderately rent-burdened.

Grup yang berbasis di AS itu mengatakan bahwa studi itu bermaksud untuk mengetahui, "berapa banyak pendapatan yang diperoleh warga di berbagai kota besar dunia, dan apakah penghasilan mereka itu cukup untuk membayar sewa apartemen."

Gene Sugandy, seorang direktur di Colliers International menganggap bahwa sebenarnya situasi di Jakarta Pusat bahkan lebih buruk lagi dari apa yang disebutkan oleh laporan tersebut.

"(Harga sewa apartemen) jauh di luar jangkauan. Pada dasarnya Anda harus menjabat sebagai direktur perusahaan untuk bisa tinggal di Jakarta Pusat," katanya.

Hak atas foto RENTCafé
Image caption Indeks harga sewa dibanding pendapatan di berbagai kota besar dunia.

"Gaji yang diperoleh orang di Jakarta tidak bisa menjangkau harga apartemen. Di Jakarta Pusat, apartemen apapun harga sewanya akan berkisar antara 33 juta rupiah hingga 50-60 juta rupiah di banyak apartemen. Sementara gaji manajer pada umumnya sekitar 18 juta-25 juta rupiah. "

Lebih parah lagi, katanya, di Jakarta penyewa kebanyakan 'diharuskan membayar di muka untuk suatu periode, biasanya minimum satu tahun, dan uang sewa setahun itu akan merupakan jumlah yang sangat besar," kata Gene Sugandy pula.

Jadi apa yang harus dilakukan orang di Jakarta?

Bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan orang harus menjauh dari Jakarta untuk mencari tempat tinggal yang terjangkau.

"Ini sudah kelewatan: agar mendapatkan hunian yang terjangkau, para pasangan yang baru menikah harus menyingkir ke ke daerah pinggiran karena menyewa rumah di kota akan tidak masuk akal," papar Gene Sugandy.

Hak atas foto Sutrisno Jambul/Pacific Press/via Gett
Image caption Di kawasan pinggiran Jakarta terdapat apartemen lebih terjangkau, namun di pusat kota, harga sewa yang mahal harus [ula dibayar di muka hingga setidaknya setahun.

Masalah lain muncul: karena minimnya angkutan umum yang memadai, orang-orang menggunakan sepeda motor dan mobil untuk pergi bekerja setiap hari, dan menjadikan lalu lintas Jakarta sebagai salah satu yang paling macet di dunia.

Di pihak lain, ibukota Malaysia, Kuala Lumpur muncul sebagai salah satu tempat terbaik untuk penyewa.

Penelitian RENTCafé menemukan bahwa rata-rata harga sewa pemukiman di sana hampir tidak mencapai 20% dari rata-rata pendapatan rumah tangga. Kota yang paling buruk dalam indeks ini adalah Mexico City.

Berita terkait