Mengapa Presiden Joko Widodo menerima para tokoh GNPF MUI?

GNPF UI sowan presiden Hak atas foto FABIAN JANUARIUS KUWADO / KOMPAS.COM

Presiden Joko Widodo menerima sejumlah tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). yang selama ini sangat dinilai berseberangan dengan pemerintah.

Pertemuan berlangsung siang di ruang utama Istana Merdeka, usai kunjungan Jokowi ke kediaman Megawati Soekarno Putri, Minggu (25/6/2017)

Bagaimana terjadi pertemuan ini, padahal selama ini GNPF-MUI lantang mengecamdan menuduh pemerintah Jokowi melakukan 'kriminalisasi ulama.'

"Ya, karena ini kan Hari Raya Idul Fitri, Ada open house di istana. Maka Presiden akan menerima siapa saja yang datang," kata Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, kepada wartawan.

Praktikno dalam pertemuan itu turut mendampingi Jokowi, bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Sementara rombongan GNPF-MUI dipimpin ketua dan wakil ketuanya, Bachtiar Nasir dan Zaitun Rasmin, didampingi Kapitra Ampera, Yusuf Marta, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, dan Denny.

Mensesneg Pratikno mengatakan, pertemuan itu tak diagendakan sebelumnya, dan yang mengusulkannya adalah GNPF-MUI, yang disampaikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Hak atas foto Biro Pers Istana
Image caption Jokowi tidak menerima perwakilan GNPG MUI saat aksi 411, dan ketika satu panggung dengan para tokoh GNPF MUI, termasuk Tokoh FPI, Rizieq Shihab, saat aksi 212, Jokowi menghindar untuk melakukan kontak langsung.

"Pada saat open house tadi saya dihubungi oleh Pak Menteri Agama bahwa ini Pak Bachtiar Nasir dan kawan-kawan ingin menghadap Pak Presiden. Tadi Pak Presiden kami laporkan dan beliau mengatakan, 'Ya, ini kan open house. Siapa saja kita tunggu,'" kata Pratikno kepada para wartawan.

Namun Pratikno menegaskan, tak ada yang dibahas khusus dalam pertemuan tersebut.

"Intinya tidak ada acara yang diperbincangkan, hanya silaturahmi saja," tandas Pratikno.

Di luar silaturahmi dalam tradisi Idul Fitri menurut Pratikno, Bachtiar Nasir dan enam anggota rombongan GNPF-MUI meminta agar bisa memiliki akses komunikasi langsung dengan Presiden Jokowi.

"Mereka meminta untuk punya akses komunikasi. Yang disampaikan Presiden, 'Mari kita buka komunikasi.' Itu saja," papar Pratikno lagi.

Adapun Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, mengatakan, "Alhamdullilah tadi kami diterima Presiden dalam rangka silaturahim halal-bihalal, hari raya dan bagi kami ini kesempatan dalam rangka momen halal bihalal," katanya kepada wartawan seperti disebut dalam pernyatan pers Istana.

Hak atas foto Tubagus Aditya Irawan/Pacific Press/LightRocket v
Image caption Rizieq Shihab kini mengasingkan diri di Arab Saudi, mengindari proses hukum kasus dugaan chat cabul.

GNPF MUI sangat lantang dalam aksi-aksi anti mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan sama sekali tak bisa dikatakan bersahabat atau ramah terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Dalam aksi besar pertama, 4 November 2016 yang disebut aksi 411, GNPF MUI bersikeras menuntut Presiden Jokowi menerima perwakilan mereka, namun tuntutan itu tak dipenuhi Jokowi.

Dalam aksi raksasa kedua, pada 2 Desember, dikenal sebagai aksi 212, Jokowi datang untuk turut salat Jumat. Presiden kemudian naik pangung meminta umat untuk pulang dengan tertib. Ia sempat satu panggung dengan para tokoh GNPF MUI, termasuk Rizieq Shihab, yang juga tokoh FPI. Namun Jokowi menghindar untuk melakukan kontak langsung seperti salaman dan bertegur sapa.

Belakangan, sejumlah tokoh di GNPF MUI tersandung sejumlah kasus pidana. Termasuk Bachtiar Nasir sendiri, untuk dugaan pencucian uang. Dan kasus yang paling banyak dibicarakan adalah dugaan pertukaran pesan dan gambar melalui aplikasi WA bernada cabul yang melibatkan Rizieq Shihab dan seorang perempuan bernama Firza Hussein.

GNPF MUI dan berbagai kelompok sejenis menuduh pemerintah dan polisi melakukan kriminalisasi ulama.

Topik terkait

Berita terkait