WNI 'terlibat pembunuhan' di Singapura, perkara ditangani Polri

singapura Hak atas foto Tribrata News/CNA
Image caption Khasanah ditangkap oleh Polisi Indonesia di sebuah penginapan di Provinsi Jambi sepekan setelah dia diduga melakukan pembunuhan terhadap majikannya di Singapura.

Seorang warga negara Indonesia yang diduga membunuh majikannya di Singapura tidak akan diserahkan kepada Kepolisian Singapura, karena dia ditangkap di wilayah Indonesia, kata pejabat kepolisian Indonesia.

Khasanah, yang berumur 40 tahun, ditangkap oleh Polisi Indonesia di sebuah penginapan di Provinsi Jambi, Selasa (27/06), sepekan setelah dia diduga melakukan pembunuhan terhadap majikannya, Chia Ngim Fong (79 tahun), dan istrinya, Chin Sek Fah (78 tahun).

Keterangan polisi menyebutkan Khasanah mengaku telah membunuh pasangan suami-istri itu, Rabu (21/06) lalu, di kediaman mereka di sebuah apartemen di kawasan Bedok, Singapura, seperti dilaporkan situs berita Channel News Asia, Kamis (29/06).

Belum diketahui secara persis apa yang motif di balik pembunuhan ini, tetapi diduga karena latar belakang ekonomi berdasarkan barang bukti yang dibawa tersangka yaitu berupa barang-barang berharga milik korban.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah sang anak pasangan tersebut menemukan kedua orangtuanya dalam keadaan tidak bernyawa. Dia kemudian melaporkannya kepada kepolisian setempat.

Tubuh korban ditemukan di kamar tidur utama yang terletak di lantai dua, sementara istrinya ditemukan di toilet dengan luka di leher. Polisi menemukan tiga pisau di saluran pembuangan sampah.

'Tidak akan diserahkan ke Singapura'

Pada Jumat (30/06), BBC Indonesia telah menghubungi Kahumas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, tetapi dia menolak untuk berkomentar. "Silakan hubungi Mabes Polri," kata Kuswahyudi.

Dalam wawancara dengan Channel News Asia, Juru bicara Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus ini dan tidak akan menyerahkannya ke aparat kepolisian Singapura.

"Dia tidak akan dikirim kembali (ke Singapura)," kata Martimus Sitompul. Tetapi, "Kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian Singapura untuk menangani kasus ini."

Kasus ini akan ditangani kepolisian Indonesia berdasarkan prinsip hukum yang menyatakan setiap WNI yang ditangkap di wilayah Indonesia karena kejahatan yang dilakukan di luar negeri, maka harus diproses di Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan, Kepolisian Singapura mengatakan mereka sudah mengetahui bahwa tersangka telah ditahan oleh pihak kepolisian Indonesia.

Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan kepolisian Indonesia untuk menyelidiki kasus ini.

Indonesia dan Singapura telah menandatangani perjanjian ekstradisi serta kesepakatan kerjasama pertahanan pada April 2007, namun kedua kesepakatan tersebut belum diratifikasi oleh DPR.

Berita terkait