Polisi ‘75% yakin’ dapatkan identitas penusuk dua anggota Brimob di Jakarta

polisi Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sejumlah anggota berjaga-jaga di sekitar Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, setelah dua anggota Brimob ditusuk seorang pria seusai salat Isya, Jumat (30/06).

Kepolisian "75% yakin" telah mendapatkan identitas pelaku penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/06) malam.

Identitas tersebut diperoleh dari temuan kartu tanda penduduk (KTP) di lokasi kejadian atas nama Mulyadi, 28 tahun, warga Cikarang Selatan, Bekasi.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan pihaknya sebelumnya menduga KTP tersebut palsu karena setelah diverifikasi alamat di dalam KTP tidak sesuai. Bahkan, foto di KTP juga tidak identik dengan wajah pelaku.

Namun, melalui penelusuran lebih lanjut, polisi mendapatkan rumah di alamat lain yang ternyata dihuni kakak ipar Mulyadi.

"Kakak iparnya sudah menyatakan betul (itu Mulyadi). 75% yakin karena nanti harus diperiksa lagi melalui DNA ya," kata Setyo kepada BBC Indonesia.

Menurutnya, dari informasi yang dihimpun, Mulyadi sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kosmetik di Bekasi, Jawa Barat.

Namun, ketika ditanya apakah pria itu merupakan bagian dari kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD), Setyo mengaku belum memastikan. Pun demikian dengan pertanyaan apakah aksi penusukan tergolong spontanitas atau telah direncanakan.

"Untuk kaitannya dengan terorisme, belum (bisa dipastikan)," kata Setyo.

Hak atas foto Antara/Reuters
Image caption Mabes Polri memperlihatkan sejumlah benda yang ditemukan di rumah salah seorang tersangka penyerangan Mapolda Sumut, antara lain buku bergambar pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

Serangan kedua

Peristiwa penusukan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, seusai para jemaah di Masjid Falatehan merampungkah salat Isya berjamaah. Pelaku, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, beranjak dari saf belakang dan menghampiri dua anggota Brimob yang juga selesai salat.

Pelaku tiba-tiba menikam kedua pria tersebut menggunakan sangkur sembari meneriakkan kata 'kafir' dan 'thogut'. Kedua anggota Brimob, Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar, mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Keduanya, menurut Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Adapun pelaku tewas ditembak saat berupaya kabur ke arah Terminal Blok M.

Serangan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, yang notabene berada di jalan seberang Mabes Polri, adalah serangan kedua dalam sepekan terakkhir yang secara spesifik menyasar pada polisi.

Enam hari sebelumnya, pada Minggu (25/06), dua pria menikam dua polisi di pintu keluar Markas Polda Sumatera Utara, di Medan. Salah seorang pelaku, menurut polisi, pernah bertempur di Suriah.

Topik terkait

Berita terkait